Selasa, 07 Juli 2009

Asuhan Keperawatan Persalinan Normal

Pengertian

Pesalinan normal (partus spontan) adalah proses lahirnya bayi pada letak belakang kepala yang dapat hidup dengan tenaga ibu sendiri dan uri,tanpa alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam melalui jalan lahir.


Pemeriksaan Diagnostik
Pemerikaaan darah lengkap
Hb normal = 11,4 – 15,1 gr/dl
Golangan darah = A,B,AB & O
Faktor RH = +/-
Waktu pembekuan

Protein Urine
Urine reduksi


Diagnosa keperawatan
Pola napas tidak efektif berhubungan dengan kelelahan,penggunaan energi berlebihan

Nyeri berhubungan dengan kontraksi rahim & regangan pada jaringan

Penurunan cardiak out put berhubungan dengan peningkatan kerja jantung sekunder penggunaan energi berlebih.


Intervensi
Pola napas tidak efektif b.d penggunaan energi berlebihan

Tujuan
Pola napas tidak terganggu/kembali efektif.

Intervensi :
Observasi TTV selama jalannya persalinan
Rasional : Deteksi dini keadaan klien sehingga dapat dilakukan tindakan secara tepat & cepat.

Dampingi klien & berikan dorongan mental selama perslinan
Rasional : Mengurangi kecemasan sehingga klien dapat mengatur pernapasan scr benar.

Ajarkan tehnik pernapasan yg benar saat kontraksi
Rasional : Meningkatkan cadangan oksigen & tenaga

Ajarkan cara mengedan yg benar
Rasional : Agar klien dpt menghemat energi & melahirkan bayinya dng cepat.

Nyeri b.d kontraksi rahim & regangan jaringan

Tujuan
Nyeri berkurang/hilang.

Intervensi :
Observasi skala nyeri dng skala 1 – 10, intensitas & lokasi
Rasional : Mengetahui tingkat nyeri & ketergantungan klien serta kualitas nyeri

Ajarkan tehnik relaksasi & menarik napas panjang
Rasional : Meningkatkan relaksasi & rasa nyaman

Berikan penjelasan ttg penyebab nyeri & kapan hilangnya
Rasional : Meningkatkan pengetahuan sehingga mengurangi kecemasan,klien menjadi kooperatif

Ajarkan cara mengedan yg benar jika pembeukaan sudah lengkap
Rasional : Mengurangi kelelahan & mempercepat proses persalinan.

Anjurkan klien u/ istirahat miring kiri jika tdk sedang kontraksi
Rasional : Mengurangi penekanan vena cava, meminimalkan hipoksia jaringan.

Penurunan Cardiak output b.d peningkatan kerja jantung

Tujuan
Cardiak out put dalam batas normal, TD= 120/80 mmHg,Nadi=80 x/mnt

Intervensi
Observasi TTV
Rasional : Mengetahui perkembangan/perubahan yg terjadi pada klien

Observasi perubahan sensori
Rasional : Mengetahui ketidak adekuatan perfusi cerebral.

Observasi penggunaan energi & irama jantung
Rasional : Mengetahui tingkat ketergantungan klien.


Daftar Pustaka

Bagian Obstetri & Ginekologi,FK.Unpad. 1993. Obstetri. Elstar. Bandung.
Carpenito,Lynda Juall. 2001 Buku Saku Diagnosa Keperawatan. ed.8.EGC. Jakarta
Prawiro Harjo. 1995. Bedah Kebidanan. Bina Pustaka. Jakarta

Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Inkontinensia Urine

Pengertian

Dalam pengkajian ditanyakan kapan inkontinensia urine mulai muncul dan hal-hal yang berhubungan dengan gejala inkontinensia :
Berapa kali inkontinensia terjadi ?
Apakah ada kemerahan, lecet, bengkak pada daerah perineal ?
Apakah klien mengalami obesitas ?
Apakah urine menetes diantara waktu BAK, jika ada berapa banyak ?
Apakah inkontinensia terjadi pada saat-saat yang bisa diperkirakan seperti pada saat batuk, bersin tertawa dan mengangkat benda-benda berat ?
Apakah klien menyadari atau merasakan keinginan akan BAK sebelum inkontinensia terjadi ?
Berapa lama klien mempunyai kesulitan dalam BAK / inkontinensia urine ?
Apakah klien merasakan kandung kemih terasa penuh ?
Apakah klien mengalami nyeri saat berkemih ?
Apakah masalah ini bertambah parah ?
Bagaimana cara klien mengatasi inkontinensia ?

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Adanya kemerahan, iritasi / lecet dan bengkak pada daerah perineal.
Adanya benjolan atau tumor spinal cord
Adanya obesitas atau kurang gerak

Palpasi
Adanya distensi kandung kemih atau nyeri tekan
Teraba benjolan tumor daerah spinal cord

Perkusi
Terdengar suara redup pada daerah kandung kemih.

Diagnosa Keperawatan
Kecemasan
Gangguan bodi image
Defisit pengetahuan
Kelemahan ( kurang aktivitas )
Gangguan Harga Diri
Gangguan Integritas Kulit

Rencana Tindakan
Menjaga kebersihan kulit, kulit tetap dalam keadaan kering, ganti sprei atau pakaian bila basah.
Anjurkan klien untuk latihan bladder training
Anjurkan pemasukkan cairan 2-2,5 liter / hari jika tidak ada kontra indikasi.
Anjurkan klien untuk latihan perineal atau kegel’s exercise untuk membantu menguatkan kontrol muskuler ( jika di indikasikan )
Latihan ini dapat dengan berbaring, duduk atau berdiri
Kontraksikan otot perineal untuk menghentikan pengeluaran urine
Kontraksi dipertahankan selama 5-10 detik dan kemudian mengendorkan atau lepaskan
Ualngi sampai 10 kali, 3-4 x / hari
Cek obat-obat yang diminum ( narkotik, sedative, diuretik, antihistamin dan anti hipertensi ), mungkin berkaitan dengan inkontinensia.
Cek psikologis klien.


Daftar Pustaka

1. Charlene J. Reeves at all. Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta : Salemba Medica, 2001.
2. Susan Martin Tucker at all. Patient Care Standarts Collaborative Planning & Nursing Interventions, Seventh Edition, St. Louis Baltimore Berlin : Mosby, 2000.
3. Luckmann’s, Suzanne E, Tatro. Care Principles and practise of Medical Surgical Nursing.
4. Christensen Kocknow. Adult Health Nursing, Third edition, St. Louis Baltimore, Boston : Mosby, 1999.
5. Susan Puderbangh, Susan W. Nursing Care Planning Guides, for Adult In Acute, Extended and Home Care Settings. WB. Saunders Company, 2001.