Kamis, 15 Oktober 2009

Pertolongan Pada Kecelakaan Luka Bakar

Luka bakar (atau penulis lebih memilih istilah “luka termal”) adalah setiap perlukaan jaringan kulit dengan/tanpa kerusakan ikutan jaringan di bawah kulit yang diakibatkan kontak dengan zat yang bersifat “memancarkan panas”. Termasuk di dalam pengertian ini adalah kejadian-kejadian terbakar api, tersiram air/cairan panas, kontak dengan gas panas (misalnya dalam ledakan), serta tersengat listrik tegangan tinggi. Adanya kontak dengan cairan kimia juga memberikan proses dan gambaran perusakan jaringan yang hampir mirip, karena itu penanganannya juga serupa dengan penanganan luka termal.

Pada saat kulit berkontak dengan zat yang melepaskan panas, maka panas tersebutakan diserap oleh kulit sesuai hukum kekekalan energi. Energi panas tersebut menyebabkan luka dan merusak struktur protein di dalam jaringan yang menyerapnya. Semakin besar energi panas yang terlibat, semakin besar daerah jaringan yang rusak, sehingga semakin luas atau semakin dalam luka yang terjadi.

Prinsip pertolongan pada kecelakaan luka termal adalah do no harm, act immediately. Hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

Utamakan keselamatan, hindari lebih banyak korban. Hal ini penting terutama dalam kasus-kasus kejadian kebakaran, ledakan, kecelakaan tersengat aliran listrik, serta tersiram zat kimia. Jangan sampai terjadi orang yang menolong ikut terlibat dalam kecelakan dan ikut menderita luka termal. Bila Anda sebagai penolong, pastikan diri Anda sudah memakai proteksi diri yang cukup.

Hentikan proses perusakan jaringan yang sedang terjadi. Siram bagian tubuh yang terkena dengan air sejuk mengalir (dari keran, selang air) selama beberapa menit, sambil melakukan evaluasi secara cepat apakah ada kesegeraan untuk mengunjungi unit gawat darurat sarana kesehatan terdekat. Lanjutkan menyirami tubuh yang terbakar/terkena panas sampai kendaraan yang akan membawa ke sarana kesehatan sudah siap. Air bersuhu sejuk akan membantu mendinginkan dan menghambat proses penyerapan panas oleh jaringan kulit, serta yang juga penting adalah air sejuk akan meredakan perasaan nyeri. Sementara cara pengalirannya akan menyapu bersih kotoran-kotoran atau zat-zat pencemar yang mengotori daerah luka.


Jangan menambah pencemaran luka. Jangan sekali-kali melumuri daerah luka dengan apapun jenis zat yang tidak sepengetahuan dokter. Seringkali korban datang dengan luka berbalur mentega, kecap, pasta gigi, minyak pelumas, dll. Zat-zat tersebut justru akan terserap dan mengiritasi luka yang sudah ada; kalau pun luka tidak lebih buruk, yang pasti korban akan merasa lebih nyeri dan tidak nyaman. Sebagai informasi, produk-produk medis di pasaran yang mengklaim cocok untuk luka bakar pun (misalnya: Burnazin/Dermazin, Bioplacenton, Hemolok, MEBO, dll) belum tentu merupakan terapi yang cocok bila tidak sesuai dengan arahan dokter yang ahli , karena efek pencederaan akibat energi panas menimbulkan kerusakan jaringan yang karakteristiknya berbeda-beda. Yang paling tepat dan mudah adalah memberi suasana yang lembab, dalam hal ini menyelubungi diri korban terutama di bagian yang terluka dengan selimut atau kain apapun yang basah dan sejuk selama pengantaran ke sarana kesehatan.

Secara cepat, kenali derajat kedalaman luka. Derajat ringan berciri hanya kemerahan pada kulit, seperti kulit orang yang banyak terjemur sinar matahari. Derajat sedang berciri adanya gelembung lepuh pada kulit. Derajat berat berciri adanya jaringan yang pucat dan keras yang disekelilingnya terdapat pengelupasan kulit berwarna hitam, kadang-kadang terlihat jaringan lemak bawah kulit bahkan terlihat otot. Luka derajat ringan mungkin dapat ditata-kelola sendiri di rumah, tetapi adanya luka derajat sedang langsung menjadi indikasi penanganan segera oleh dokter.


Secara cepat, kenali lokasi dan hitung luas luka. Luka-luka di daerah tertentu semacam daerah wajah dan struktur-strukturnya, leher,seluruh permukaan dada, lekuk-lekuk dan sendi-sendi (ketiak,siku, lutut), daerah kemaluan depan dan belakang, pergelangan tangan dan kaki, serta jari-jemari tangan membutuhkan penanganan seksama oleh dokter yang khusus menguasai ilmu luka bakar (biasanya dokter ahli bedah plastik) karena bila tidak ditata-kelola dengan baik dapat menimbulkan komplikasi yang disebut kontraktur. Selain itu, Anda sendiri juga dapat secara cepat memprakirakan luas kerusakan jaringan. Dengan mengacu 1 luas telapak tangan korban kira-kira setara 1% luas permukaan seluruh tubuh (angka sebenarnya 0,8%), Anda dapat menghitung cepat berapa persentasi luas total kerusakan jaringan (dalam hal ini hanya hitungluas luka derajat sedang dan berat); bila hasil perhitungan cepat menunjukkan persentase luas kerusakan jaringan 10% atau lebih artinya korban membutuhkan penanganan seksama oleh dokter yang khusus menguasai ilmu luka bakar (biasanya dokter ahli bedah plastik) beserta timnya. Bila tidak ditata-kelola dengan baik bukan hanya pertimbangan risiko komplikasi tetapi justru risiko membahayakan kehidupan.

(Terlepas apakah langkah no.4 dan no.5 di atas dilaksanakan atau tidak, yang terpenting adalah…) Bawa secepat mungkin ke unit gawat-darurat sarana kesehatan terdekat. Lebih baik lagi bila dibawa ke rumah sakit. Sesuai penjelasan di atas, seringkali kondisi pasien membutuhkan penanganan seksama oleh dokter yang khusus menguasai ilmu luka bakar. Mencari penanganan medis ke tempat praktek pribadi dokter/paramedis, atau ke klinik yang tidak memiliki unit gawat-darurat seringkali membuat waktu tertunda lebih lama. Ingatlah bahwa semakin lambat waktu mendapatkan penanganan di unit gawat-darurat maka kemungkinan hasil kesembuhan akan semakin menurun.


Berbagi tugas. Cedera luka bakar adalah the most disastrous injury. Tidak hanya dalam hal kerusakan jaringan tubuh, tetapi juga dalam hal pembiayaan pengobatan untuk kasus-kasus yang berat. Cedera ini sangat sering merupakan kecelakaan baik kecelakaan rumah tangga maupun kecelakaan saat kerja. Bagi korban yang tertanggung oleh asuransi maupun penjaminan perusahaan, setidaknya harus ada orang-orang dekat yang siap membantu pengurusan kelengkapan administrasi penjaminan terkait. Bilamana korban dalam kondisi swadana, setidaknya harus ada orang-orang dekat yang mungkin dapat berjaga-jaga untuk membantu ketersediaan pendanaan setidaknya untuk biaya penanganan kegawatdaruratannya. Bilamana korban bukan berasal dari latar belakang yang berada, setidaknya harus ada orang-orang dekat yang siap membantu pengurusan kelengkapan administrasi penjaminan oleh pemerintah (jaminan keluarga miskin, dll). Penatakelolaan kasus luka bakar membutuhkan kesegeraan, semakin banyak orang yang siap sedia membantu korban luka bakar akan cukup membantu penanganan yang tepat dan cepat.

Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar

Kulit merupakan organ yang sangat penting dalam mengatur keseimbangan cairan dan suhu tubuh. Jika oleh karena suatu sebab kulit mengalami cidera maka fungsi fungsi tersebut akan mengalami gangguan. Disamping itu, kulit juga bertindak sebagai dinding pertahahan tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus dari dunia luar.

Anatomi kulit sangat komplek dan terdiri dari berbagai struktur yang berlapis lapis. Tetapi secara umum dibagi menjadi 3 lapisan yaitu :

Epidermis, lapisan terluar dari kulit manusia.
Dermis, lapisan kulit yang terdiri dari kolagen dan serat elastis, tempat bersemayamnya sel sel saraf, pembuluh darah, kelenjar keringat dan folikel rambut.
Hipodermis atau jaringan subkutan, lapisan kulit tempat bersemayamnya pembuluh darah besar dan sel sel saraf. Lapisan ini memegang peranan penting dalam pengaturan suhu tubuh.
Jadi, kerusakan yang diakibatkan oleh luka bakar nantinya terggantung pada lokasi luka, dalamnya luka dan seberapa luas permukaan tubuh yang terimbas.

Bagaimana sih klasifikasi luka bakar?

Luka bakar diklasifikasikan berdasarkan kedalaman lukanya.

Luka bakar derajat satu. Luka bakar derajat satu hanya mengenai lapisan luar kulit yang menimbulkan peradangan lokal pada daerah tersebut. Sunburn sering dimasukan dalam klasifikasi luka bakar ini. Peradangan yang terjadi ditandai dengan rasa nyeri, kemerahan dan pembengkakan ringan. Kulit terasa sangat perih atau nyeri saat disentuh.

Luka bakar derajat dua. Luka bakar mengenai kulit yang lebih dalam dan menimbulkan rasa sakit, kemerahan dan inflamasi yang lebih parah. Kulit juga tampak melepuh.

Luka bakar derajat tiga. Luka bakar yang sangat dalam dan mengenai ketiga lapisan kulit. Kulit pada daerah luka bakar juga akan mati. Karena saraf dan pembuluh darah juga rusak maka luka bakar derajat tiga akan tampak keputihan, keras dan relatif tidak sakit.

Uniknya, luka bakar mengalami suatu proses yang dinamis artinya bisa saja saat ini luka bakar derajat satu tapi besoknya sudah berkembang menjadi derajat dua. Hal yang sama juga dapat terjadi pada luka bakar derajat dua yang dapat berkembang menjadi derajat tiga.

Pada semua derajat luka bakar, proses peradangan atau inflamasi dan akumulasi cairan akan terjadi semenjak awal terjadinya luka bakar. Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa salah satu fungsi kulit adalah sebagai dinding pelindung terhadap infeksi maka saat luka bakar, rusaknya kulit akan menyebabkan tubuh rentan kemasukan kuman.

Hanya lapisan epidermis kulit yang mampu mengalami proses regenerasi yang baik sementara bila luka bakar mengenai lapisan kulit yg lebih dalam maka akan menyebabkan kecacatan permanen dan jaringan parut yg pasti menganggu fungsi kulit.

Tubuh bagian mana sih yang paling parah bila kena luka bakar?

Selain dalamnya luka bakar, luasnya daerah luka juga penting artinya. Luas luka bakar dan lokasi luka pada tubuh diukur dengan prosentase. Pengukuran ini disebut rule of nines dan pada bayi dan anak anak dilakukan beberapa modifikasi. Rule of nines membagi tubuh manusia dewasa dalam beberapa bagian dan setiap bagian dihitung 9%.

Kepala = 9%
Dada bagian depan = 9%
Perut bagian depan = 9%
Punggung = 18%
Setiap tangan = 9%
Setiap telapak tangan = 1%
Selangkangan = 1%
Setiap kaki = 18%
Misal, jika luka bakar mengenai kedua kaki (18% x 2 = 36%), selangkangan (1%), dada depan dan perut depan maka total luasnya luka bakar adalag 55%.



Hanya luka bakar derajat dua dan tigalah yang dihitung menggunakan rule of nine, sementara luka bakar derajat satu tidak dimasukan sebab permukaan kulit relatif bagus sehingga fungsi kulit sebagai regulasi cairan dan suhu masih baik.

Jika luas luka bakar lebih dari 15 – 20% maka tubuh telah mengalami kehilangan cairan yang cukup signifikan. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti maka pasien dapat jatuh ke kondisi syok atau renjatan.

Perhitungan penggantian cairan per infus adalah sebagai berikut.

4cc/KgBB/% luka bakar = kebutuhan cairan permulaan dalam 24 jam yang setengahnya diberikan pada 8 jam pertama.
Semakin luas atau besar prosentase luka bakar maka resiko kematian juga semakin besar. Pasien dengan luka bakar dibawah 20% biasanya akan sembuh dengan baik, sebaliknya mereka yang mengalami luka bakar lebih dari 50% akan menghadapi resiko kematian yang tinggi.

Seberapa pentingkah lokasi luka bakar?

Lokasi luka bakar pada tubuh sangat penting artinya.

Jika luka bakar mengenai wajah, hidung, mulut atau leher maka peradangan yang terjadi dapat menganggu kelancaran jalan nafas sehingga menimbulkan masalah pernafasan.

Jika luka bakar melingkar pada dada lalu karena proses luka bakarnya menyebabkan jaringan otot otot dada terhambat gerakannya maka proses pergerakan dada saat bernafas akan terganggu.

Jika luka bakar melingkar pada tangan, kaki, jari jemari tangan atau kaki maka dapat terjadi kerusakan pembuluh darah sehingga aliran darah ke bagian ujung organ tersebut akan bermasalah.

Jika luka bakar mengenai persendian tangan atau kaki, bila penanganan tidak bagus maka ketika sembuh kecacatan yang terjadi akan menganggu pergerakan sendi tersebut.

Apa saja yang harus dilakukan saat menghadapi orang dengan kena luka bakar?

Untuk luka bakar luas (derajat dua dan tiga)

Pindahkan korban dari daerah kebakaran. Ingat untuk tetap menjaga keselamatan diri sendiri.
Bersihkan korban dari semua material yang terbakar dari tubuhnya.
Telepon ambulance terdekat untuk memindahkan korban ke rumah sakit terdekat.
Saat korban telah berada di daerah aman, usahakan korban tetap dalam keadaan nyaman dan jangan banyak bergerak. Jika tersedia, bersihkan daerah luka bakar dengan kasa bersih. Jangan coba coba menyiram atau mengompress korban dengan air dingin sebab sangat berbahaya dan dapat menyebabkan hipotermi.
Luka bakar pada daerah wajah, tangan dan kaki harus selalu diwaspadai sebagai luka bakar berat meskipun hanya disebabkan oleh terbakar sinar matahari.

Untuk luka bakar ringan (derajat satu atau derajat dua dengan luas area yang kecil)

Bersihkan luka dengan air hangat suam suam kuku.
Jangan gunakan pasta gigi, kopi mentega atau yang sejenisnya untuk mengobati luka bakar.
Cincin, kalung dan semua benda yang tidak penting sebaiknya disingkirkan.
Untuk luka bakarnya dapay diolesi salep antibiotika.
Jika luka bakar dicurigai agak dalam dan berbahaya segeralah ke dokter.
Bila perlu, vaksinasi tetanus dapat diberikan.