Pertanyaan ini adalah salah satu pertanyaan tersering yang ditanyakan kepada saya. Saya mempelajari pertanyaan ini kira-kira 10 tahun, mencari dalil-dalil dari Al Qur’an, Al-Hadits dan juga dari pendapat-pendapat cendekiawan-cendekiawan Muslim. Sejauhini, simpulan saya adalah sebagai berikut:
“Baik untuk seseorang melakukan operasi plastik untuk memperbaiki kecacatannya (deformity) maupun variasi bentuk organ tubuhnya (disfigurement) dengan syarat: bilamana dilakukan perbaikan akan menyebabkan peningkatan mutu kehidupan (quality of life) orang tsb, sementara bilamana tidak dilakukan perbaikan akan menyebabkan gangguan pada orang tsb baik dalam bentuk masalah fisik, fungsi kerja, psikologis, atau emosinya.”
WalLaahu a’laam. Secara umum, agama Islam mengharamkan operasi plastik tanpa indikasi yang saya sebutkan di atas, yaitu yang dilakukan semata-mata untuk tujuan memamerkan keindahan belaka, karena yang demikian itu adalah perbuatan yang dilandasi atas bujuk rayu Setan. Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 118-119 menyatakan:
.....Syaithan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya). Dan saya benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan saya suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaithan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata...
Cendekiawan muslim terkemuka, Sheikh Yusuf Al-Qardhawi (dalam Al-Bahi Al-Khuli, Al-Mar'ah bayna Al-Bayt wal-Mujtama`, edisi ke-2 hal.105) menyatakan Islam tidak membenarkan operasi plastik, karena sifat mudharat yang mengubah bentuk ciptaan Allah, mudharat seseorang ingin melukai diri sendiri, dan mudharat penghambur-hamburan uang tanpa faedah tertentu:
“Surgeries for beautification are in vogue today as the result of the materialistic pattern of Western civilization, whose main focus is the body and its desires. Men and women spend hundreds and thousands of dollars to reshape whatever they consider defective. This behavior most certainly belongs to the category of excessive beautification, unnecessarily changing what Allah has created, and it makes one subject to the curse of Allah and His Prophet, (ShollalLaahu ‘Alaihi Wassalaam). Likewise, it involves torture, pain, and waste of money merely for the sake of appearance, in addition to its being an expression of an individual's preoccupation with body form rather than soul substance.”
Namun, beliau memberi pengecualian bilamana ada indikasi medis berupa penderitaan fisik atau psikologis.
“But it may happen that a person has an unusual physical defect, which attracts the attention of others to the point of inflicting on him physical and psychological pain every time he meets people. In this case, he may treat the defect and thus alleviate the embarrassment that makes his life miserable. Allah, the Most Merciful, has imposed no hardship on us in religion.”
Beberapa cendekiawan muslim juga pernah mengeluarkanpendapat mengenai hal ini. Sheikh `Atiyyah Saqr, mantan ketua komite fatwa Universitas Al-Azhar Mesir menyatakan:
"Beautification which is used to reshape a deformed/disfigured part of the body is generally recommended in Islam, as long as it is used for a valid reason.”
Dr. `Abdel-Fattah Idrees, Professor of Comparative Jurisprudence Universitas Al-Azhar Mesir juga menyatakan:
"There is nothing wrong with plastic surgery if it is used to treat a deformed organ or disfigurement where the operation will offer a better quality of life. However, such surgery is not permissible if it is used for the mere purpose of beautification and altering the creation of Allah.”
Demikian lah catatan kecil ini, sekedar berbagi untuk sahabat2 dan khalayak awam mengenai hal fundamental dari operasi bedah estetik ini. Al-Haqqu mir-Rabbi, apa2 yg baik dan benar dari tulisan ini berasal dari petunjuk Allah SWT, sedangkan apa2 yg kurang dan keliru Saya mohonkan maaf dan perbaikan dari Anda sekalian yang mungkin lebih menguasai syari'ah.
belajar tentang apa yang ada didunia ini, trik dan tips, gratisan , ngeblog, asuhan keperawatan,
Kamis, 15 Oktober 2009
Pertolongan Pada Kecelakaan Luka Bakar
Luka bakar (atau penulis lebih memilih istilah “luka termal”) adalah setiap perlukaan jaringan kulit dengan/tanpa kerusakan ikutan jaringan di bawah kulit yang diakibatkan kontak dengan zat yang bersifat “memancarkan panas”. Termasuk di dalam pengertian ini adalah kejadian-kejadian terbakar api, tersiram air/cairan panas, kontak dengan gas panas (misalnya dalam ledakan), serta tersengat listrik tegangan tinggi. Adanya kontak dengan cairan kimia juga memberikan proses dan gambaran perusakan jaringan yang hampir mirip, karena itu penanganannya juga serupa dengan penanganan luka termal.
Pada saat kulit berkontak dengan zat yang melepaskan panas, maka panas tersebutakan diserap oleh kulit sesuai hukum kekekalan energi. Energi panas tersebut menyebabkan luka dan merusak struktur protein di dalam jaringan yang menyerapnya. Semakin besar energi panas yang terlibat, semakin besar daerah jaringan yang rusak, sehingga semakin luas atau semakin dalam luka yang terjadi.
Prinsip pertolongan pada kecelakaan luka termal adalah do no harm, act immediately. Hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
Utamakan keselamatan, hindari lebih banyak korban. Hal ini penting terutama dalam kasus-kasus kejadian kebakaran, ledakan, kecelakaan tersengat aliran listrik, serta tersiram zat kimia. Jangan sampai terjadi orang yang menolong ikut terlibat dalam kecelakan dan ikut menderita luka termal. Bila Anda sebagai penolong, pastikan diri Anda sudah memakai proteksi diri yang cukup.
Hentikan proses perusakan jaringan yang sedang terjadi. Siram bagian tubuh yang terkena dengan air sejuk mengalir (dari keran, selang air) selama beberapa menit, sambil melakukan evaluasi secara cepat apakah ada kesegeraan untuk mengunjungi unit gawat darurat sarana kesehatan terdekat. Lanjutkan menyirami tubuh yang terbakar/terkena panas sampai kendaraan yang akan membawa ke sarana kesehatan sudah siap. Air bersuhu sejuk akan membantu mendinginkan dan menghambat proses penyerapan panas oleh jaringan kulit, serta yang juga penting adalah air sejuk akan meredakan perasaan nyeri. Sementara cara pengalirannya akan menyapu bersih kotoran-kotoran atau zat-zat pencemar yang mengotori daerah luka.
Jangan menambah pencemaran luka. Jangan sekali-kali melumuri daerah luka dengan apapun jenis zat yang tidak sepengetahuan dokter. Seringkali korban datang dengan luka berbalur mentega, kecap, pasta gigi, minyak pelumas, dll. Zat-zat tersebut justru akan terserap dan mengiritasi luka yang sudah ada; kalau pun luka tidak lebih buruk, yang pasti korban akan merasa lebih nyeri dan tidak nyaman. Sebagai informasi, produk-produk medis di pasaran yang mengklaim cocok untuk luka bakar pun (misalnya: Burnazin/Dermazin, Bioplacenton, Hemolok, MEBO, dll) belum tentu merupakan terapi yang cocok bila tidak sesuai dengan arahan dokter yang ahli , karena efek pencederaan akibat energi panas menimbulkan kerusakan jaringan yang karakteristiknya berbeda-beda. Yang paling tepat dan mudah adalah memberi suasana yang lembab, dalam hal ini menyelubungi diri korban terutama di bagian yang terluka dengan selimut atau kain apapun yang basah dan sejuk selama pengantaran ke sarana kesehatan.
Secara cepat, kenali derajat kedalaman luka. Derajat ringan berciri hanya kemerahan pada kulit, seperti kulit orang yang banyak terjemur sinar matahari. Derajat sedang berciri adanya gelembung lepuh pada kulit. Derajat berat berciri adanya jaringan yang pucat dan keras yang disekelilingnya terdapat pengelupasan kulit berwarna hitam, kadang-kadang terlihat jaringan lemak bawah kulit bahkan terlihat otot. Luka derajat ringan mungkin dapat ditata-kelola sendiri di rumah, tetapi adanya luka derajat sedang langsung menjadi indikasi penanganan segera oleh dokter.
Secara cepat, kenali lokasi dan hitung luas luka. Luka-luka di daerah tertentu semacam daerah wajah dan struktur-strukturnya, leher,seluruh permukaan dada, lekuk-lekuk dan sendi-sendi (ketiak,siku, lutut), daerah kemaluan depan dan belakang, pergelangan tangan dan kaki, serta jari-jemari tangan membutuhkan penanganan seksama oleh dokter yang khusus menguasai ilmu luka bakar (biasanya dokter ahli bedah plastik) karena bila tidak ditata-kelola dengan baik dapat menimbulkan komplikasi yang disebut kontraktur. Selain itu, Anda sendiri juga dapat secara cepat memprakirakan luas kerusakan jaringan. Dengan mengacu 1 luas telapak tangan korban kira-kira setara 1% luas permukaan seluruh tubuh (angka sebenarnya 0,8%), Anda dapat menghitung cepat berapa persentasi luas total kerusakan jaringan (dalam hal ini hanya hitungluas luka derajat sedang dan berat); bila hasil perhitungan cepat menunjukkan persentase luas kerusakan jaringan 10% atau lebih artinya korban membutuhkan penanganan seksama oleh dokter yang khusus menguasai ilmu luka bakar (biasanya dokter ahli bedah plastik) beserta timnya. Bila tidak ditata-kelola dengan baik bukan hanya pertimbangan risiko komplikasi tetapi justru risiko membahayakan kehidupan.
(Terlepas apakah langkah no.4 dan no.5 di atas dilaksanakan atau tidak, yang terpenting adalah…) Bawa secepat mungkin ke unit gawat-darurat sarana kesehatan terdekat. Lebih baik lagi bila dibawa ke rumah sakit. Sesuai penjelasan di atas, seringkali kondisi pasien membutuhkan penanganan seksama oleh dokter yang khusus menguasai ilmu luka bakar. Mencari penanganan medis ke tempat praktek pribadi dokter/paramedis, atau ke klinik yang tidak memiliki unit gawat-darurat seringkali membuat waktu tertunda lebih lama. Ingatlah bahwa semakin lambat waktu mendapatkan penanganan di unit gawat-darurat maka kemungkinan hasil kesembuhan akan semakin menurun.
Berbagi tugas. Cedera luka bakar adalah the most disastrous injury. Tidak hanya dalam hal kerusakan jaringan tubuh, tetapi juga dalam hal pembiayaan pengobatan untuk kasus-kasus yang berat. Cedera ini sangat sering merupakan kecelakaan baik kecelakaan rumah tangga maupun kecelakaan saat kerja. Bagi korban yang tertanggung oleh asuransi maupun penjaminan perusahaan, setidaknya harus ada orang-orang dekat yang siap membantu pengurusan kelengkapan administrasi penjaminan terkait. Bilamana korban dalam kondisi swadana, setidaknya harus ada orang-orang dekat yang mungkin dapat berjaga-jaga untuk membantu ketersediaan pendanaan setidaknya untuk biaya penanganan kegawatdaruratannya. Bilamana korban bukan berasal dari latar belakang yang berada, setidaknya harus ada orang-orang dekat yang siap membantu pengurusan kelengkapan administrasi penjaminan oleh pemerintah (jaminan keluarga miskin, dll). Penatakelolaan kasus luka bakar membutuhkan kesegeraan, semakin banyak orang yang siap sedia membantu korban luka bakar akan cukup membantu penanganan yang tepat dan cepat.
Pada saat kulit berkontak dengan zat yang melepaskan panas, maka panas tersebutakan diserap oleh kulit sesuai hukum kekekalan energi. Energi panas tersebut menyebabkan luka dan merusak struktur protein di dalam jaringan yang menyerapnya. Semakin besar energi panas yang terlibat, semakin besar daerah jaringan yang rusak, sehingga semakin luas atau semakin dalam luka yang terjadi.
Prinsip pertolongan pada kecelakaan luka termal adalah do no harm, act immediately. Hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
Utamakan keselamatan, hindari lebih banyak korban. Hal ini penting terutama dalam kasus-kasus kejadian kebakaran, ledakan, kecelakaan tersengat aliran listrik, serta tersiram zat kimia. Jangan sampai terjadi orang yang menolong ikut terlibat dalam kecelakan dan ikut menderita luka termal. Bila Anda sebagai penolong, pastikan diri Anda sudah memakai proteksi diri yang cukup.
Hentikan proses perusakan jaringan yang sedang terjadi. Siram bagian tubuh yang terkena dengan air sejuk mengalir (dari keran, selang air) selama beberapa menit, sambil melakukan evaluasi secara cepat apakah ada kesegeraan untuk mengunjungi unit gawat darurat sarana kesehatan terdekat. Lanjutkan menyirami tubuh yang terbakar/terkena panas sampai kendaraan yang akan membawa ke sarana kesehatan sudah siap. Air bersuhu sejuk akan membantu mendinginkan dan menghambat proses penyerapan panas oleh jaringan kulit, serta yang juga penting adalah air sejuk akan meredakan perasaan nyeri. Sementara cara pengalirannya akan menyapu bersih kotoran-kotoran atau zat-zat pencemar yang mengotori daerah luka.
Jangan menambah pencemaran luka. Jangan sekali-kali melumuri daerah luka dengan apapun jenis zat yang tidak sepengetahuan dokter. Seringkali korban datang dengan luka berbalur mentega, kecap, pasta gigi, minyak pelumas, dll. Zat-zat tersebut justru akan terserap dan mengiritasi luka yang sudah ada; kalau pun luka tidak lebih buruk, yang pasti korban akan merasa lebih nyeri dan tidak nyaman. Sebagai informasi, produk-produk medis di pasaran yang mengklaim cocok untuk luka bakar pun (misalnya: Burnazin/Dermazin, Bioplacenton, Hemolok, MEBO, dll) belum tentu merupakan terapi yang cocok bila tidak sesuai dengan arahan dokter yang ahli , karena efek pencederaan akibat energi panas menimbulkan kerusakan jaringan yang karakteristiknya berbeda-beda. Yang paling tepat dan mudah adalah memberi suasana yang lembab, dalam hal ini menyelubungi diri korban terutama di bagian yang terluka dengan selimut atau kain apapun yang basah dan sejuk selama pengantaran ke sarana kesehatan.
Secara cepat, kenali derajat kedalaman luka. Derajat ringan berciri hanya kemerahan pada kulit, seperti kulit orang yang banyak terjemur sinar matahari. Derajat sedang berciri adanya gelembung lepuh pada kulit. Derajat berat berciri adanya jaringan yang pucat dan keras yang disekelilingnya terdapat pengelupasan kulit berwarna hitam, kadang-kadang terlihat jaringan lemak bawah kulit bahkan terlihat otot. Luka derajat ringan mungkin dapat ditata-kelola sendiri di rumah, tetapi adanya luka derajat sedang langsung menjadi indikasi penanganan segera oleh dokter.
Secara cepat, kenali lokasi dan hitung luas luka. Luka-luka di daerah tertentu semacam daerah wajah dan struktur-strukturnya, leher,seluruh permukaan dada, lekuk-lekuk dan sendi-sendi (ketiak,siku, lutut), daerah kemaluan depan dan belakang, pergelangan tangan dan kaki, serta jari-jemari tangan membutuhkan penanganan seksama oleh dokter yang khusus menguasai ilmu luka bakar (biasanya dokter ahli bedah plastik) karena bila tidak ditata-kelola dengan baik dapat menimbulkan komplikasi yang disebut kontraktur. Selain itu, Anda sendiri juga dapat secara cepat memprakirakan luas kerusakan jaringan. Dengan mengacu 1 luas telapak tangan korban kira-kira setara 1% luas permukaan seluruh tubuh (angka sebenarnya 0,8%), Anda dapat menghitung cepat berapa persentasi luas total kerusakan jaringan (dalam hal ini hanya hitungluas luka derajat sedang dan berat); bila hasil perhitungan cepat menunjukkan persentase luas kerusakan jaringan 10% atau lebih artinya korban membutuhkan penanganan seksama oleh dokter yang khusus menguasai ilmu luka bakar (biasanya dokter ahli bedah plastik) beserta timnya. Bila tidak ditata-kelola dengan baik bukan hanya pertimbangan risiko komplikasi tetapi justru risiko membahayakan kehidupan.
(Terlepas apakah langkah no.4 dan no.5 di atas dilaksanakan atau tidak, yang terpenting adalah…) Bawa secepat mungkin ke unit gawat-darurat sarana kesehatan terdekat. Lebih baik lagi bila dibawa ke rumah sakit. Sesuai penjelasan di atas, seringkali kondisi pasien membutuhkan penanganan seksama oleh dokter yang khusus menguasai ilmu luka bakar. Mencari penanganan medis ke tempat praktek pribadi dokter/paramedis, atau ke klinik yang tidak memiliki unit gawat-darurat seringkali membuat waktu tertunda lebih lama. Ingatlah bahwa semakin lambat waktu mendapatkan penanganan di unit gawat-darurat maka kemungkinan hasil kesembuhan akan semakin menurun.
Berbagi tugas. Cedera luka bakar adalah the most disastrous injury. Tidak hanya dalam hal kerusakan jaringan tubuh, tetapi juga dalam hal pembiayaan pengobatan untuk kasus-kasus yang berat. Cedera ini sangat sering merupakan kecelakaan baik kecelakaan rumah tangga maupun kecelakaan saat kerja. Bagi korban yang tertanggung oleh asuransi maupun penjaminan perusahaan, setidaknya harus ada orang-orang dekat yang siap membantu pengurusan kelengkapan administrasi penjaminan terkait. Bilamana korban dalam kondisi swadana, setidaknya harus ada orang-orang dekat yang mungkin dapat berjaga-jaga untuk membantu ketersediaan pendanaan setidaknya untuk biaya penanganan kegawatdaruratannya. Bilamana korban bukan berasal dari latar belakang yang berada, setidaknya harus ada orang-orang dekat yang siap membantu pengurusan kelengkapan administrasi penjaminan oleh pemerintah (jaminan keluarga miskin, dll). Penatakelolaan kasus luka bakar membutuhkan kesegeraan, semakin banyak orang yang siap sedia membantu korban luka bakar akan cukup membantu penanganan yang tepat dan cepat.
Langganan:
Komentar (Atom)