Jumat, 15 Januari 2010

Karsinoma Serviks

DEFINISI
Merupakan salah satu jenis kanker wanita yang kedua tertinggi setelah karsinoma mamma. Kanker ini berkaitan dengan aktivitas seksual yang dini, serangan HPV, infeksi virus PMS dan beberapa factor yang berperan seperti status sosial ekonomi yang rendah, merokok dan penggunaan pil KB.

FAKTOR RISIKO
- Status social ekonomi yang rendah
- Koitus usia muda (dibawah 16 tahun)
- Gonta ganti pasangan (promiskuitas)
- Merokok. Rokok memiliki efek karsinogenik zat hidrokarbon aromatic polisiklik amin dan mukosa serviks memiliki kemampuan untuk mengkonsentrasikan karsinogen yang terdapat dalam asap rokok.
- Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang
- DES (dietilstilbestrol) merupakan estrogen sintetik yang dikonsumsi ibu hamil untuk mencegah keguguran beresiko terhadap anak yang dikandung.
- Infeksi PMS

PATOFISIOLOGI
Kanker ini sering terjadi dari lanjutan neoplasia intraepitel serviks. Ini terjadi setelah HPV menginvasi inti sel hospes dan menduplikasi DNA virus. Proses ini akan berlanjutan (fase laten) sehingga kanker yang bersifat in situ bisa menjadi invasif. Selain itu, virus dan infeksi dari PMS juga bisa menyebabkan kanker ini. Protein dari HPV tipe onkogenik, E6 dan E7 akan menghambat dan menginaktivasi p53 yang dan protein RB hospes yang berperan menekan sifat onkogenik setiap sel tubuh. Protein E6 mengikat P53 membentuk kompleks yang menetralisir respon normal sel epitel serviks terhadap kerusakan DNA (apoptosis dimediasi oleh P53). Sedangkan protein E7 mengikat produk gen retinoblastoma (protein Rb1) mempengaruhi fungsi supresor gene.

KLINIS
Pada tahap dini, kanker tipe ini asimptomatis. Pemeriksaan pap smear secara rutin itu bisa mendeteksi perubahan sel yang abnormal dan pengobatan dini yang bersifat kuratif dapat diberikan.
Gejala klinis pada tahap awal dan tahap lanjut.
Pada tahap awal:
 Vaginal discharge yang berbau
 Perdarahan vagina abnormal
 Perdarahan postcoital

Pada tahap lanjut:
 Nyeri pelvik
 Iskialgia
 Nyeri tulang belakang ® hidronefrosis
 Hematuria
 Hematokezia

DIAGNOSIS
- Foto thoraks
- Foto tulang belakang
- IVP
- Barium enema
- Limfeangiografi
- CT Scan
- MRI
- Laparoskopi

TERAPI
Radiasi dan kemoterapi merupakan pilihan yang sering dipakai. Namun, terapi dilaksanakan sesuai dengan stadium dan keadaan penderita.

PROGNOSIS
Prognosis tergantung pada beberapa factor seperti umur penderita, keadaan umum, stadium kanker, gambaran histopatologi, prasarana tersedia dan kemampuan ahli medis.
Karsinoma in situ = 100 %
Mikro invasive = 98 %
Invasif I = 75-90 %
Invasif II= 45-60 %
Invasif III = 20-25 %
Invasif IV = 5-10 %

Bronkiolitis

Bronkiolitis merupakan suatu penyakit infeksi pada bronkiol yang menyebar ke paru-paru .Setelah terinfeksi maka ianya akan membengkak dan dipenuhi mucus sehingga menyebabkan kesukaran untuk bernafas.

GEJALA KLINIS
Bronkiolitis selalui mengenai bayi dan anak-anak kecil seawal umur 2 tahun dengan waktu puncak pada umur 3-6 bulan.Selain dari itu, bronkiolitis juga adalah lebih dominan terhadap lelaki,bayi yang tidak diberi penyusuan susu ibu serta anak-anak dengan sistam imunisasi yang lemah.Pendedahan terhadap asap rokok dan tindakan menghantar anak-anak ke pusat jagaan anak-anak juga meningkatkan risiko menghidap penyakit bronkiolitis.Anak-anak yang menghidap penyakit brokiolitis berisiko menghidap penyakit asma setelah bertumbuh dewasa.Bronkiolitis diakibatkan oleh infeksi virus terutamanya respiratory syncytial virus (RSV).Antara virus lain yang bisa mengakibatkan infeksi ini adalah influenza dan adenovirus.

Bronkiolitis dapat memberikan gejala-gejala seperti :
- sesak
- hidung berhingus
- batuk
- pernafasan pendek dan cepat ( 60-80/menit)
- degup jantung yang melaju
- retraksi pada leher dan dada setiap kali bernafas
- kesukaran tidur
- fatigue
- Demam
- Selera makan yang kurang
- Cyanosis

PEMERIKSAAN
1. Pemeriksaan Klinis
~ Perkusi
- Hipersonar
- Pekak Jantung kurang
~ Auskultasi
- Bunyi Pernafasan Bronchial
- Bunyi Tambahan: Ronchi
Wheezing crepitasi

2. Pemeriksaan Radiologi
~ Emphysema
~ Atelectasis

PATOGENESIS
Partikel RSV

Antigen/antibody

PMN rusak

Enzim Lysosine

Merusak mucosa bronchus


PENATALAKSANAAN
1. Pengobatan
- Rawatan dengan pemberian oksigen (O2)
- Intake cairan
- Mengoreksi asidosis
- Pemberian antibiotic atas indikasi (bayi kecil, kasus berat)
- Corticosteroid
- Bronchodilator
- Digitalis (untuk cor pulmonale)

2. Pencegahan
Cara terbaik pencegahan bronkiolitis adalah dengan mengajarkan anak-anak cara membasuh tangan yang betul dan melakukannya dengan kerap.Elakkan kepada pendedahan terhadap asap rokok kerana asap rokok bisa memperberat penyakit ini.Pemberian medikasi pada bisa diberikan semasa musim RSV yang mengandungi antibodi terhadap RSV. Pemberian antibodi ini adalah disarankan pada mereka yang berisiko tinggi yaitu bayi prematur dan yang menghidap penyakit paru yang kronis.

KOMPLIKASI
- Infeksi Sekunder
- Pneumothoraks
- Pneumomediastinum
- Cor pulmonale

PROGNOSIS
Merupakan self limiting disease, biasanya dalam jangka masa 14 hari. Tetapi bagi bayi-bayi premature, prognosisnya adalah lebih berat.