Senin, 06 September 2010

Pengkajian sistem pernafasan

PENGKAJIAN UMUM SISTEM PERNAFASAN
Pemeriksaan jasmani – Fisiologi Pernafasan
Pemeriksaan jasmani paru berdasarkan :
1. Udarah Dalam Alat Pernafasan
- Perkusi :udara dalam paru bergetar, bising
- Bising sonor : suara seperti tuk-tuk, perbandingannya antara udara/padat =1
- Bisa berubah karena penyakit :
- Hipersonor / redup
- Empisema : hipersonor
- Atelektasis : redup
2. Arus Udara

- Dalam trachea: bising tracheal: leher depan
- Bronkhus besar: bising bronkhial: anatara skapula
- Bronkhiolus dan Alveolus: Vesikuler: 1 dan 2 depan
Cepatnya arus mempengaruhi bising.
3. Saluran Udara
Saluran nafas ? ronkhus ? Alviolus.
Penyempitan pada astma- bising bertambah – Wheezing
Cepatnya arus mempengaruhi bising

4. Penghalang
Suara dikeluarkan – getaran disalurkan dari pita suara melalui trachea, bronkhus, jaringan paru, pleura, dinding thoraks – kulit : fremitus.
PEMERIKSAAN JASMANI
Terdiri dari: Anamnesis, inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi.
1. Anamnesis.
a. Keluhan utama penyakit yang diderita, alat-alat tubuh lain, rohani, penyakit yang pernah diderita, keturunan, sosek, nutrisi, lingkungan, obat-obat yang digunakan.
2. Gejala Lokal
- Batuk : Kering
: basah
: Spastik (tdk mudah berhenti).
- Sesak nafas
: karena penyakit lain
: Tersumbat
: Kelainan paru
: Gangguan lambung, ascites
- Pengeluaran Dahak
Sifat – sifat : cair kental, lekat, berbusa, berwarna, bau, jumlah dan darah
- Nyeri Dada
- Karena kelainan dinding thoraks, mediastinum, dalam perut.
Dalam jaringan paru tidak menyebabkan nyeri – pleura perietalis terangsang.
- Bersumber dari otot, subcutis, tulang iga, saraf I. C.
3. Gejala Umum
Suhu , pusing nafsu makan ?, lemah, keringat dingin.
PEMERIKSAAN PARU
1. Inspeksi
? Posisi : duduk, baring
? Arah : depan, belakang, atas
? Bentuk :
- Ptisis ( panjang dan gepeng )
- Thoraks : dada burung
- Barel chest ( seperti tong )
- Cekung kedalam
? Kesimetrisan
? Gerakan pernapasan
? Frekkuensi N pada orang dewasa 18 – 22 x / menit sifatnya abdominal / thorakoabdominalis
? Frekuansi normal pada anak 30 – 40 x / menit sifatnmya abdominalis / thorakoabdominalis.
? Jenis pernapasan :
- Tachipnea :
Paru / jantung ada gangguan
- Bradipnea:
keracunan balbiturat, uremia, koma diabetis, proses dalam otak
- Cheyne stokes:
keracunan obat bius penyakit jantung, paru, ginjal, perdrahan SSP.
- Biot:
meningitis
- Kusmaul:
Keracunan alkohol, obat bius, koma diabetes, uremia
- Asimetri :
Pneumonia, tbc paru, efusi pleura, tumor
- Dangkal : empisema, tumor paru, cairan dipleura, konsolidasi paru
- Hiperpnea:
lebih dalam, kecepatan normal
- Apneustik:
lesi pusat pernafasan.
- denyut jantung apeks:
jantung membesar, tumor
- Pelebaran vena dada:
tumor mediastinum
- Denyut nadi didada / punggung : koarktasio aorta, anastomosis.
- Penonjolan dada setempat yang berdenyut : aneurysma
2. Palpasi
a. Pemeriksaan kelainan dinding thoraks
- Nyeri tekan.
- Bengkak
- Menonjol
b. Pemeriksaan tanda – tanda penyakit paru
- Gerakan dinding thoraks waktu inspirasi dan ekspirasi
- Kesimetrisan
- Getaran suara ( fremitus vocal ) :
- me?:konsolidasi paru, pnemonia lobaris, tbc, infark paru, atelektasis dll.
- Me? : pleura terisi air, darah, nanah, bronchus tersumbat, emfisema.
c. Memeriksa tanda – tanda penyakit jantung dan aorta
3. Perkusi
a. Perkusi adalah untuk menentukan keadaan paru
? Normal : suara perkusi resonan – dug – dug.
? Sangat resonan : timpanik dang-dang ? udara (pneumothoraks).
? Agak menggendang: sub timpanik – dung ( rongga pleura mengandung udara )
? lebih resonan: belum subtimpanik = hiperresonan deng-deng ( emfisema, pnemonthoraks ringan )
? kurang resonan: deg – deg ( fibrosa )
? Redup : bleg-bleg ( paru-paru padat )
? Pekak : seperti suara perkusi pada paha ( rongga pleura penuh nanah, tumor, fibrosis )
b. Batas Paru
? Atas: fossa supraklavikularis ka – ki
? Bawah: iga 6 midklavikularis, iga 8 mid aksilaris, iga 10 skapularis. Paru kiri lebih tinggi dari pada kanan.
Me?pada anak, fibrosis, konsolidasi, efusi pleura.
Me?pada orang tua, emfisema, pneumothoraks.
4. Auskultasi
a. Suara nafas
- Trakheo bronkhial : Normal pada trachea, seperti meniup pipa pada thoraks penderita pnemonia
- Bronkhovesikuler : Normal pada bronkhi, sternum atas (3 – 4) inspirasi vesikuler, ekpirasi tracheo bron khus
- Vesikuler: Normal Suara jaringan paru, inspirasi dan ekspirasi, tidak terputus, tidak terdengar pada penebalan.
b. Resonan Vocal
Suara pada auskultasi waktu penderita mengucap kata.
- Me pada pneumonia lobarts.
- Me? pada efusi pleura, pleura tebal, pneumothoraks.
5. Suara Tambahan
a. Ronchi: Suara dalam bronchi oleh karena penyempitan lumen bronchi, penyempitan oleh karena selaput lendir bengkak, tumor menekan bronkhus, pada asthma ada wheezing.
c. Krepitasi : Seperti hujan rintik – rintik
Berasal dari bronkhus, alveolus, kavitas paru berisi cairan :
- Halus : Oleh karena alveoli yang tertutup mulai terbuka yang digesekan dengan jari
- Kasar : Seperti suara bila kita meniup air

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN ASTMA BRONCHIALE

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN ASTMA BRONCHIALE

A. Pengertian
Penyakit yang di sebabkan oleh multifaktor baik immunologik maupun non imunologik seperti emosi, kelelahan dan perubahan udara.
American thoracic Society ( 1962 ) :
Adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatkan respon trachea dan brokhus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan napas yang luas dan derajatnya berubah-ubah baik secara spontan maupun therapi
? Peningkatan respon trachea dan bronchus
? Cetusan astma oleh berbagai rangsangan
? Tersebar pada seluruh paru
? Astma bronchiale adalah hiperreaksi dari bronchus dan trachea terjadi penyempitan salaran napas ke reversibel
B. Tipe Astma

1. Ekstrinsik dan alergi jelas
2. Intrinsik non alergi tidak jelas
3. Bentuk ke 2 tipe tersebut
C. Patofisiologi
Astma bisa antigen, antibodi ke mediator kimia yaitu histamin, slow releasing substance of anafilaksis eosinofilic cheumotetik faktor af anafilaksis, yang menyebabkan dan reaksi :
1. Kontriksi otot polos saluran napas terjadi bronchospasor
2. Peningkatan permiabilitas kapiler terjadi edema mukosa
3. Peningkatan sekresi mukosa
Penanggulangan astma perlu paham patofisiologi obstruksi saluran napas yaitu 2 golongan obstruksi :
1. Astma iobstruksi yang reversible
2. Bronchitis kronis dan emfisema

Penyempitan saluran napas menimbulkan
1. Gangguan ventilasi ( hipoventilasi )
2. Distribusi ventrikel tidak merata
3. Gangguan difusi ke alveoli :
• Hipoksemia
• Hiperkapnea
• Asidosis
Hiperventilasi CO2 dikeluarkan meningkat maka terjadi alkalosisi respiratoryk.
Hiperkapnea Co2 dalam darah asidosisi respiratorik metabolik
D. Gejala
Napas, cepat dalam, gelisa, penggunaan otot-otot bantu pernapasan. Klasik, bantu sesak, wheezing, nyeri dada,
E. Tingkatan Astma
1. Secara klinis normal, tanpa kelainan
2. Tanpa keluhan tanpa tanda obstruksi
3. Tanpa keluhan, fisik ada obstruksi
4. Penderita astma
Pada saat bicara suka berhenti ( ringan ) astma berat tidak bisa bicara sesak :
? Kontraksi otot napas
? Sianosis
? Silent chest
? Letih
? Hiperinflasi dada
? Tahichardia
5. Status astmatikus, pada keadaan darurat medis pencetus :
? Infeksi
? Kegagalan jasmani
? Lingkungan pekerjaan
? Obat – batan
F. Ausahan Keperawatan
1. Pengkajian
? Data demografi
? Riwayat kesehatan keluarga
? Riwayat kesehatan masa lalu
? Kebiasaan hidup sehari – hari , merokok, alkohol
? Pengaruh lingkungan faktor psikologik
? Masalah yang dikeluhkan pasien
? Pemeriksaan fisik :
? Inspeksi
? Palpasi
? Perkusi
? Auskultasi
? test diagnostik
2. Diagnosa Keperawatan
? Tidak efektifnya jalan napas
? Tidak efektifnya pertukaran Gas
? Post terjadi gangguan nutrisi
? Post terjadi infeksi
? Kurangnya pengetahuan tentang penyakit, therapi dll
? Gangguan rasa aman