Senin, 04 Oktober 2010

TERAPI CAIRAN SEDERHANA DAN TRANFUSI PERIOPERATIF

I. Cairan Preoperatif

Cairan yang diberikan pada pasien – pasien yang akan mengalami tindakan operasi, dan juga merupakan cairan pengganti puasa.

Contoh : Pasien dengan BB 60 kg, dan pasien tersebut puasa selama 8 jam, cara menghitung cairan pengganti puasa adalah sebagai berikut:

Rumus : Kebutuhan Cairan x kg BB / 24 Jam

: 50 cc x 60 kg BB = 3000 cc/24 jam

Kebutuhan / Jam adalah : 125 x 8 jam puasa = 1000 cc/8 jam.

II. Cairan Durante Operasi

1. Mengganti cairan maintenance operasi

Pedoman :

Operasi ringan : Ringan 4 cc/kgBB/Jam

Sedang 6 cc/kgBB/Jam

Berat 8 cc/kgBB/Jam

Cairannya adalah ringer lactat.

2. Mengganti cairan akibat pedarahan.

Pedoman :

Catat :

2.1. Perdarahan yang tertampung.

2.1.1. Botol penampung dari suction

2.1.2. Kasa atau sejenisnya

2.1.3. Ceceram dilapangan operasi

2.2. EBV penderita dan prosentase perdarahan

Cairan pengganti :

2.1.1. Kristaloid

2.1.2. Koloid

2.1.3. Darah

3. Contoh menghitung cairan maintenance dan pedarahan

Seorang Px ♂ dating dengan diagnosa Fraktur Femur Dextra dan akan dilakukan operasi pleting femur dextra.

BB. 70 kg, TD. 90/70 mmHg, Nadi. 100x/m.

Contoh menghitung cairan durante maintenance operasi.

Rumus : KgBB x Jenis Operasi / jam

: 70 x 6 = 420 cc / jam.

Jika operasi selama 3 jam berarti kebutuhan cairan maintenance adalah 420 cc x 3 jam = 1260 cc selama 3 jam operasi.

4. Contoh menghitung cairan pengganti perdarahan.

Rumus EBV : kgBB x EBV =

: 70 x 70 = 4900 ml.EBV

Perdarahan : 10% = 490 cc

20% = 980 cc

30% = 1470 cc

40% = 1960 cc

Jika perdarahan 10% berarti kita berikan cairan fristaloid yaitu 2 – 4 x pemberian.

Jika perdarahan > 20% kita berikan cairan koloid dan darah 1 x pemberian.

Apabila operasi selama 3 jam, perdarahan 40 % cara menghitung maintenance dan perdarahan adalah sebagai berikut.

- Operasi sedang

70 x 6 = 420 cc/Jam x 3 jam = 1260 cc cairan RL/PZ

- Perdarahan 40% berikan koloid / dara 1 x pemberian jadi perdarah 1960cc. Berarti berikan koloid 1960cc atau darah 1960cc.

Jadi cairan maintenance di tambah perdarahan selama berapa jam operasi yaitu 1260cc RL/PZ + 1960cc Coloid/darah.

III. Cairan Post Op.

1. Kebutuhan elektrolit anak dan dewasa

Natrium 2 – 4 Meg/kgBB

Kalium 1 – 2 Meg/kgBB

2. Kebutuhan kalori basal

Dewasa berdasarkan berat badan

Rumus : BB (kg) x 20 – 30 :

Anak bedasarkan umur

Contoh : BB 60 kg.

Kebutuhan Natrium 2 – 4 Meg x 60 = 120 – 240 Meg.

Kalium 1 – 2 Meg x 60 = 60 – 120 Meg.

Kalori 20 – 30 Meg x 60 = 1200 – 1800 Kalori.

Cairan RL Natrium 130 Meg/L, dengan BB 60 Kg berarti kebutuhan cairan Post Op. 24 Jam adalah : RL : 1500 cc

Minggu, 03 Oktober 2010

Kegemukan (Obesitas)

- Kegemukan (Obesitas) -

Kegemukan merupakan kelebihan akumulasi lemak tubuh sedikitnya 20% dari berat rata-rata sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan tinggi badan. Keinginan untuk pola hidup lebih sehat dan penurunan faktor risiko sehubungan dengan ancaman penyakit terhadap hidup, memotivasi beberapa orang untuk mengikuti diet dan program penurunan berat badan.

Penyakit yang sering diderita akibat kegemukan (obesitas) antara lain :

a. Cedera serebrovaskuler (stroke)
Penyakit serebrovaskuler (stroke) menunjukkan adanya beberapa kelainan otak baik secara fungsional maupun struktural yang disebabkan oleh keadaan patologis dari pembuluh darah serebral atau dari seluruh sistem pembuluh darah otak.

b. Koleosistitis dengan kolelitiasis
Koleosistitis adalah inflamasi akut atau kronis dari kandung empedu, biasanya berhubungan dengan batu empedu yang tersangkut pada duktus kistik, menyebabkan distensi kandung empedu. Batu-batu (kalkuli) ini dibuat oleh kolesterol, kalsium bilirubinat, atau campuran, disebabkan oleh perubahan pada komposisi empedu.

c. Sirosis hati
Sirosis hati merupakan penyakit kronis hati yang dikarakteristikan oleh gangguan struktur dan perubahan degenerasi, gangguan fungsi seluler dan selanjutnya aliran darah ke hati.

d. Gagal jantung kongenstif
Gagal serambi kiri dan/atau kanan dari jantung mengakibatkan ketidakmampuan untuk memberikan keluaran yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan dan menyebabkan terjadinya kongesti pulmonal dan sistemik.

e. Diabetes mellitus/diabetik ketoasidosis (DKA)
Merupakan masalah yang mengancam hidup (kasus darurat) yang disebabkan oleh defisiensi insulin relatif atau absolut.

f. Hipertensi
Merupakan tekanan darah tinggi lebih dari 140/90 mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya, mempunyai rentang dari tekanan darah (TD) normal tinggi sampai hipertensi maligna.

Gejala-gejala orang yang mengalami kegemukan (obesitas) :
1. Kelemahan, cenderung terus mengantuk.
2. Ketidakmampuan/kurang keinginan untuk aktif atau melakukan latihan teratur.
3. Riwayat faktor budaya/pola hidup mempengaruhi pilihan makan.
4. Berat badan dapat/tak dapat diterima sebagai masalah.
5.Makan menghilangkan perasaan tak senang, mis., kesepian, frustasi, kebosanan.
6. Tahanan orang terdekat untuk menurunkan berat badan (dapat menyabotase upaya diet).
7. Percobaan dengan berbagai tipe diet (diet ‘yo-yo’) dengan berbagai/hasil sedikit.
8. Nyeri/ketidaknyamanan pada sendi yang menopang berat badan atau tulang belakang.
9. Gangguan menstruasi, amenorea (’di-lep’ nyeri saat menstruasi).
10. Riwayat keluarga kegemukan (obesitas).

Intervensi yang harus dilakukan :
1. Perhatikan jumlah makanan yang masuk, untuk itu diperlukan diet.
2.Menentukan kapan makan, 3 kali sehari.
3. Penurunan diet yang baik harus berisi makanan dari semua dasar kelompok makanan (4 sehat 5 sempurna) dengan fokus masukan rendah lemak. Namun penting mempertahankan masukan protein adekuat untuk mencegah kahilangan massa otot. Massa otot akan mempercepat proses penurunan berat badan. (Perhatikan kualitas dan bukan kuantitas)
4. Menghitung berat badan ideal (Body Mass Indeks) : berat badan (kg) dibagi dengan kuadrat dari tinggi badan (m).
Score :
laki-laki normal = 20,5-25
perempuan normal = 19-24
Note :
Underweigh = <18
Normal = 18-25
Overweigh = 25-30
Obesitas = >30
5. Hilangkan kebutuhan komponen yang dapat menimbulkan ketidakseimbangan metabolik, mis., penurunan karbohidrat berlebihan dapat menimbulkan kelemahan, sakit kepala, ketidakstabilan dan kelemahan, asidosis metabolik (ketosis) mempengaruhi keefektifan program penurunan berat badan.
6.Latihan penurunan berat badan dengan menurunkan napsu makan, meningkatkan energi, meningkatkan tonus otot (olah raga), buat komitmen.
7. Keyakinan tentang seperti apa tubuh yang ideal atau motivasi tidak sadar dapat menyabotase upaya pada penurunan berat badan, mis., pemikiran feminin dari “Bila saya menjadi kurus, laki-laki akan mencari dan menyukai saya.” Hindari steatmen dan mitos itu. Motivasikan diri anda dengan kesehatan anda mengingat banyaknya penyakit yang ditimbulkan akibat kegemukan (obesitas), maka hal tersebut akan mempercepat penurunan berat badan.
8. Gambarkan berat badan tiap minggu dengan acuan Body Mass Indeks.
9. Buang “pakaian gemuk” yaitu pakaian yang longgar dan berwarna gelap, dengan demikian anda akan mengetahui sejauh mana keberhasilan program penurunan berat badan anda.
10. Hindari makan didepan televisi. Hal tersebut akan membuat anda tidak menikmati makanan anda dan membuat anda merasa baru sedikit yang anda makan.
11. “Pintar makan” bila makan diluar rumah atau dalam perjalanan, membantu anda untuk mengatur berat badan sementara masih menikmati hubungan sosial. Makan sambil berbincang-bincang akan membantu anda merasakan kenyang lebih cepat meskipun hanya sedikit yang anda makan. Tapi hindari makan makanan berat diatas jam 17.00 (jam 5 sore).
12. Mencuci piring sesudah makan akan sangat membantu anda. Karena saat anda mencuci piring, tanpa anda sadari anda telah mengeluarkan energi yang baru anda proses dalam proses metabolik tubuh anda. Sehingga banyak kalori yang terbuang.
13. Seringlah beraktivitas. Aktivitas/latihan dapat juga menggunakan kalori untuk membantu mempertahankan berat badan yang diinginkan.

Referensi :
* Doenges, Marilyn. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC