Sabtu, 05 Maret 2011

6 Tips/Panduan Menghadapi 'Malam Pertama'

Selain acara pernikahan, 'malam pertama' selalu menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para pengantin baru. Tidak hanya tegang, Anda pun merasa khawatir saat akan bercinta di malam pertama, apa yang harus dilakukan?
6 Tips/Panduan Menghadapi 'Malam Pertama'

Jangan khawatir, berikut ini merupakan panduan 'malam pertama' untuk para pengantin baru, seperti yang dikutip dari about.com.

1. Nyatakan cinta
Temukan cara yang tepat untuk menunjukkan bagaimana perasaan senang Anda telah menikah denganya. Pelukan, ciuman atau bisikan mungkin bisa menjadi pilihan. Kunci menemukan ekspresi cinta yang tepat adalah dengan mengenali pasangan Anda lebih jauh.

2. Mengatur suasana hati
Setelah kepenatan yang Anda dan pasangan alami saat pesta pernikahan, otomatis membuat suasana hati menjadi kacau. Tetapi pastikan adanya sampanye, cahaya lilin, taburan bunga diatas tempat tidur akan membawa mood Anda kembali membaik. Jangan lupa untuk mengenakan pakaian dalam atau lingerie yang seksi dan spesial untuk 'malam pertama'.

3. Siapkan tubuh Anda untuk kenikmatan seksual
Wanita cenderung merasakan sakit saat pertama kali bercinta. Namun, Anda pun bisa meminimalisir rasa sakit, seperti menggunakan pelumas buatan. Cari tahu apa yang tubuh Anda butuhkan sebelum 'malam pertama' tiba. Perbanyaklah foreplay agar Anda jauh lebih siap.

4. Keterbukaan
Di awal hubungan seksual, tentunya Anda harus terbuka dan merasa nyaman dengan satu sama lain. Jangan takut mengkomunikasikan apa yang dirasakan, keterpakasaan hanya membuat pengalaman 'malam pertama' Anda dan pasangan menjadi berantakan.

5. Improvisasi
Sama seperti halnya kehidupan, seks pun selalu bisa menjadi lebih baik. Berfantasi dan eksplorasilah kegiatan bercinta Anda dengan pasangan. Gunakan sex toys, atau mencoba posisi yang Anda dan pasangan belum pernah mencobanya. Mungkin bagian tersulitnya adalah menentukan dan menggabungkan keinginan
masing-masing.

6. Menjaga gairah tetap hidup
Menikah memiliki risiko untuk merasakan kebosanan. Terlalu sering bercinta bisa menyebabkan menurunnya gairah seksual. Olekh karena itu buatlah jadwal bercinta yang sudah disepakati bersama. Ini merupakan salah satu cara agar gairah bercinta Anda dan pasangan tetap hidup.

Tips Mencegah Ejakulasi Dini yang Perlu Diketahui

Tips Mencegah Ejakulasi Dini yang Perlu Diketahui

Tidak sedikit wanita yang mengeluh karena pasangannya kerap mengalami ejakulasi dini. Mengapa ejakulasi dini bisa terjadi? Apakah bisa disembuhkan? Ini
jawabannya.

Dr Andri Wanananda MS menjelaskan salah satu hal yang bisa menyebabkan ejakulasi dini adalah onani. Pria yang kerap melakukan onani bisa mengalami ejakulasi dini karena pencapaian orgasme dilakukan sendiri disertai aspek ketergesaan meraih kenikmatan seksual.

"Kalau ada partner, Anda harus mempertimbangkan 'tempo permainan' agar isteri Anda bisa menikmati orgasme," jelas dokter yang juga anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) itu.

Sang dokter menambahkan, ejakulasi dini ditentukan berdasarkan proses hubungan seksual dengan pasangan. Ada tiga jenis masalah ejakulasi dini yang dialami
pria:

1. Ejakulasi Dini Ringan yaitu ejakulasi segera terjadi setelah hubungan seksual berlangsung dalam beberapa kali gesekan yang singkat.

2. Ejakulasi Dini Sedang yaitu ejakulasi yang langsung terjadi setelah penis masuk ke vagina.

3. Ejakulasi Dini Berat yaitu ejakulasi yang langsung terjadi sesaat penis menyentuh kelamin wanita bagian luar. Bahkan ada pula yang sudah ejakulasi sebelum penis menyentuh kelamin wanita bagian luar.

Ejakulasi dini yang bisa membuat wanita sulit hamil adalah ejakulasi dini berat. Hal itu dikarenakan si pria yang mendapatkan ejakulasi dini berat, cairan spermanya 'dimuntahkan' oleh penis di luar vagina. Sehingga tidak ada sel spermatozoa yang masuk ke dalam vagina dan rahim untuk membuahi ovum.

Kalau pasangan Anda termasuk pria yang mengalami ejakulasi dini, jangan khawatir karena masalah tersebut dapat disembuhkan. Berikut tiga caranya:

1. Sex-therapy (Behavioral therapy) I

2. Medikamentosa (obat topikal/oles)

3. Obat oral yang diminum.