Minggu, 06 Maret 2011

"Keajaiban" Terbangun Setelah 'Tidur' 19 Tahun

Adalah sebuah keajaiban Terry Wallis bisa terjaga dari 'tidur' panjang selama 19 tahun. Cedera parah di otak akibat kecelakaan mobil membuatnya hidup di bangsal panti jompo selama hampir dua dekade.

Otaknya secara perlahan menyembuhkan diri dan membangun koneksi baru pada 2003. Pria yang sempat tak punya harapan hidup itu terbangun di usia 42 tahun. Para ahli medis menilai itu sebagai keajaiban di dunia kedokteran.

"Otak Terry mungkin telah mencari jalur baru untuk membangun kembali hubungan fungsional ke daerah-daerah yang melibatkan bahasa dan kontrol motorik, yang rusak akibat cedera," kata Nicholas Schiff, penulis senior studi tentang kerusakan otak yang terbit dalam Journal of Clinical Investigation seperti dimuat ABCNews.

Meskipun secara teknis sadar, Wallis sempat didiagnosis menderita amnesia akut. Ia merasa dirinya berada di tahun terjadinya kecelakaan, 1980-an. Ia juga kehilangan kemampuan bicara, makan, dan berjalan.

"Pencitraan otak berteknologi tinggi menunjukkan bahwa sel-sel otak di daerah yang relatif tidak rusak perlahan-lahan tumbuh dan saling terhubung selama bertahun-tahun," kata Schiff, yang juga direktur Laboratorium Cognitive Neuromodulation Weill Cornell Medical College, New York.

"Ada kemungkinan pasien yang dalam keadaan transisi sadar, tidak didiagnosis dalam keadaan vegetatif, sehingga tidak mendapat perawatan dan sumberdaya yang lebih baik," kata Giacino, Direktur Asosiasi Neuropsikologi di JFK Johnson Rehabilitation Institute, Edison.

Sebab, sulit mengukur kesadaran pasien yang tidak bisa berbicara, menanggapi suara atau memindahkan kepala mereka meski mata terbuka.

Wallis berusia 19 ketika terluka parah dalam suatu kecelakaan mobil. Setelah koma, dokter memvonis ia akan menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur. Wallis lalu dipindahkan ke sebuah panti jompo.

Sang ibu terus menemani selama Wallis dalam keadaan vegetatif. Dan semua orang terkejut saat Wallis memanggil "Ibu" setelah dua dekade terbaring tanpa daya. Keadaan langka ini dinilai sebagai babak baru dalam penelitian kesadaran di masa depan. Kisah Wallis dibuat dalam sebuah dokumenter berjudul 'The Man Who Sleep 19 Years'.

Sabtu, 05 Maret 2011

7 Tipe Pria yang Tak Layak Dijadikan Suami

Anda mencintai pasangan, tapi apakah dia merupakan tipe pria yang tepat untuk Anda nikahi? Pastor Pat Connor, pakar perkawinan dan pastor pertama yang ucapannya dikutip majalah Glamor, tahu jawabannya.
Pastor kelahiran Australia, yang kini tinggal di New Jersey, AS, ini memiliki kesimpulan mengenai tipe pria tidak tepat untuk dijadikan suami. Hal ini berdasarkan 40 tahun pengalaman menjadi pakar konsultasi para pasangan telah bertunangan dan akan menikah.

Pastor Connor telah memberikan konsultasi pernikahan pada lebih dari 200 pasangan. Ia juga kerap menjadi pengajar lepas di sekolah-sekolah menengah atas, dan mengajarkan gadis-gadis agar jangan sampai terperangkap dalam pernikahan dengan tipe pria yang salah.

Mengapa Pastor Connor sering memberikan pengarahan tentang perkawinan pada gadis-gadis yang belum cukup umur untuk menikah? “Sebab, gadis muda yang baru mengenal cinta akan lebih mudah menyerap informasi tentang asmara, ketimbang wanita yang telah beberapa kali jatuh cinta,” kata Pastor yang tidak percaya adanya belahan jiwa, tapi ia lebih yakin pada pasangan yang mau berkomitmen.

Saran yang paling sering dilontarkan Pastor Connor adalah sebaiknya Anda menjalani masa pertunangan selama setahun untuk mengetahui karakter, dan nilai-nilai yang dianut pasangan Anda. Namun menurutnya, tidak semua pria layak dijadikan suami. Berikut ini daftar tipe pria yang sebaiknya jangan dijadikan suami, seperti dikutip dari Times of India : Pria Idaman

  1. Tipe anak mama. Pria yang selalu bergantung pada ibunya, biasanya menunjukkan dia tidak bisa berdiri sendiri, dan akan terus bergantung pada ibunya atau istrinya.

  2. Pria tidak bisa mengelola uang. Bila pasangan tidak memiliki tabungan, atau tidak berinvestasi, umumnya tergolong pria yang kurang bertanggung jawab.

  3. Pria yang tidak mempunyai teman.

  4. Pria yang kerap meremehkan Anda di depan teman atau keluarga. Tipe satu ini kerap menuntut untuk dihargai tapi tidak menghargai pasangannya.

  5. Pria yang kasar terhadap pramusaji. Biasanya, jika sering memberikan perlakuan kasar terhadap orang lain, bukan tak mungkin ia juga melepaskan temperamennya yang tinggi pada Anda.

  6. Pria yang tidak bisa menertawai dirinya sendiri. Tipe yang terlalu perfeksionis bisa membuat hidup pasangannya tidak tenang.

  7. Pria yang tidak bersedia terbuka dengan Anda. Tipe pria ini kerap memiliki rahasia yang bisa jadi merugikan untuk pasangannya di masa mendatang.