Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna punya pesan menyambut hari antikorupsi 9 Desember. Dia meminta agar masyarakat membantu kepolisian dalam mewujudkan polisi yang bersih. Bagaimana caranya?
"Maklumat kapolri mengatakan, tolong masyarakat jangan kompromi dengan polisi brengsek, jangan kompromi dengan polisi korup," kata Nanan di Bandung, Sabtu (8/12/2012).
Nanan menjelaskan, polisi sudah berkomitmen untuk menciptakan polisi yang antikorupsi dan memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Itu semua bisa dilakukan dengan bantuan masyarakat.
"Polisi kan sudah komitmen dengan memasang pin di dadanya soal antikorupsi. Itu menjadi pelayan prima, anti korupsi, anti kekerasan," jelasnya.
Pemasangan pin itu pun bukan pura-pura, tapi sepenuhnya menjadi tekad kepolisian. "Itu komitmen dan tekad bersama-sama. Jangan mengiming-imingi polisi di jalan. 'Sudahlah pa, daripada ditilang dikasih saja'," jelas Nanan.
detik.com, Sabtu, 08/12/2012
belajar tentang apa yang ada didunia ini, trik dan tips, gratisan , ngeblog, asuhan keperawatan,
Sabtu, 08 Desember 2012
Menanti Langkah Demokrat Usai Kasus Andi Mallarangeng
Apa kira-kira langkah Partai Demokrat (PD) usai kasus dugaan korupsi yang menimpa Andi Mallarangeng? Pastinya PD harus segera berbenah. Langkah strategis mesti dilakukan. Bukan apa-apa risiko ditinggalkan pendukung akan menghantui PD di 2014.
Yang menjadi catatan, sejumlah kader PD masih terus disangkutpautkan dengan kasus korupsi. Bila tidak segera dibereskan, bukan mustahil PD bukannya kampanye menggarap massa, tetapi sibuk mengurusi kadernya.
"Saya melihat belum ada bersih-bersih dari internal Partai Demokrat. Yang melakukan bersih-bersih itu KPK," ujar pengamat kebijakan publik UI Andrinof Chaniago saat dimintai tanggapannya, Sabtu (8/12/2012).
PD harus menunjukkan komitmen dalam pemberantasan korupsi. Itu salah satu cara yang bisa dilakukan dalam meraih simpati publik. Kader-kader yang selama ini kerap dikait-kaitkan dengan kasus korupsi bisa diminta legowo melakukan langkah terbaik untuk partai. Tapi Andrinof sangsi apakah Ketua Dewan Pembina PD SBY berani melakukan tindakan tegas.
"Saya yakin itu bukan gaya SBY untuk bersih-bersih, soalnya bersih-bersih itu termasuk terminologi yang radikal," tegas Andrinof
Bila PD hanya pasrah pada keadaan dan tidak bergerak, Andrinof menduga akan sulit nanti jelang 2014 untuk PD bangkit. "Posisi partai sebagai 'follower' kok, artinya kalau ada perkembangan baru maka partai baru bertindak. Partai tidak akan mendahului itu dengan mengambil inisiatif, apalagi bersih-bersih," tutur Andrinof. detik.com. Sabtu, 08/12/2012
Yang menjadi catatan, sejumlah kader PD masih terus disangkutpautkan dengan kasus korupsi. Bila tidak segera dibereskan, bukan mustahil PD bukannya kampanye menggarap massa, tetapi sibuk mengurusi kadernya.
"Saya melihat belum ada bersih-bersih dari internal Partai Demokrat. Yang melakukan bersih-bersih itu KPK," ujar pengamat kebijakan publik UI Andrinof Chaniago saat dimintai tanggapannya, Sabtu (8/12/2012).
PD harus menunjukkan komitmen dalam pemberantasan korupsi. Itu salah satu cara yang bisa dilakukan dalam meraih simpati publik. Kader-kader yang selama ini kerap dikait-kaitkan dengan kasus korupsi bisa diminta legowo melakukan langkah terbaik untuk partai. Tapi Andrinof sangsi apakah Ketua Dewan Pembina PD SBY berani melakukan tindakan tegas.
"Saya yakin itu bukan gaya SBY untuk bersih-bersih, soalnya bersih-bersih itu termasuk terminologi yang radikal," tegas Andrinof
Bila PD hanya pasrah pada keadaan dan tidak bergerak, Andrinof menduga akan sulit nanti jelang 2014 untuk PD bangkit. "Posisi partai sebagai 'follower' kok, artinya kalau ada perkembangan baru maka partai baru bertindak. Partai tidak akan mendahului itu dengan mengambil inisiatif, apalagi bersih-bersih," tutur Andrinof. detik.com. Sabtu, 08/12/2012
Langganan:
Komentar (Atom)