Teknologi kamera di ponsel belakangan memang semakin canggih. Namun bagi fotografer Gabriel Ulung Wicaksono, kamera ponsel lebih dianggap sebagai kamera main-main.
Gabriel merupakan fotografer profesional yang memiliki spesialisasi untuk menjepret arsitektur, serta interior dan esterior hotel, resort, dan spa. Fotografer yang berbasis di Bali ini bahkan menjadi fotografer andalan bagi hotel Sherator, Intercontinental, Crowne, dan Ritz Carlton.
Dengan rekam jejak yang cukup mentereng, penilaian Gabriel tentang kamera ponsel yang dianggap sebagai kamera 'mainan' tentu bukan tanpa alasan.
"Jika ada ungkapan 'the man behind the gun', saya termasuk orang yang tidak terlalu percaya," kata Gabriel.
Sebab menurut pengalamannya, untuk menghasilkan gambar berkualitas baik di dunia fotografi dibutuhkan pula perangkat yang bagus. Di samping tentunya skill dari fotografer itu sendiri.
Sekarang jika berbicara kamera ponsel yang megapixel terlihat tinggi -- 5 megapixel bahkan 8 megapixel -- tetapi kualitasnya tetap dianggapi tidak terlalu bagus. Itu karena sensornya kecil, dan jika dipakai dalam kondisi minim cahaya akan label megapixel yang besar itu juga tak banyak membantu.
"Bahkan Jika dibandingkan kamera poket dengan megapixel lebih kecil dan kamera ponsel dengan megapixel lebih besar, kualitasnya masih lebih bagus kamera poket. Makanya saya bilang kamera ponsel itu kamera main-main," tegas Gabriel.
Ia menambahkan, dua kunci singkat untuk menghasilkan gambar yang baik dapat ditimang-timang dari speed (kecepatan) dan diafragma. Nah, dua pengaturan tersebut tidak bisa ditemui di kamera ponsel.
"Memang sekarang ini banyak aplikasi instant untuk mengedit foto, tapi ya itu untuk senang-senang saja agar membuat gambar lebih menarik," tandasnya.
detik.com Sabtu, 08/12/2012
belajar tentang apa yang ada didunia ini, trik dan tips, gratisan , ngeblog, asuhan keperawatan,
Sabtu, 08 Desember 2012
KA Tabrak Mobil di Cirebon, 1 Orang Tewas
Sebuah mobil ditabrak kereta api kelas ekonomi Bogowonto jurusan Yogyakarta-Pasar Senen Jakarta, di Desa Buntet Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, siang tadi.
Akibatnya, sopir mobil bernama Joni Satria, warga Purwawinangun, Kuningan, Jabar, tewas seketika. Mobil yang dikendarainya terseret kereta lebih dari 1 km dari lokasi tabrakan.
”Mobil itu kacanya tertutup, terus dia sepertinya menyetel musik. Jadi meskipun kereta sudah mengklakson, dia tak terdengar,” kata saksi Awing, Sabtu (8/12/2012).
Awing menuturkan, mobil jenis Daihatsu Grandmax berada di belakangnya saat melewati perlintasan tanpa palang pintu di area persawahan di Desa Buntet. Mobil saat itu melaju dengan kecepatan rendah.
Dibutuhkan waktu lebih dari 2 jam untuk mengevakuasi korban dari dalam mobil karena kaki korban terjepit. Korban tewas karena luka di kepala yang parah.
Evakuasi mobil yang terjepit lokomatif, memerlukan kereta crane yang didatangkan dari Stasiun Cirebon. Saat kereta crane menarik mobil, rantai penarik sempat putus. Akibat kecelakaan ini, jalur kereta api Cirebon-Purwokerto sempat terhenti lebih dari 2 jam.
detik.com Sabtu, 08/12/2012
Akibatnya, sopir mobil bernama Joni Satria, warga Purwawinangun, Kuningan, Jabar, tewas seketika. Mobil yang dikendarainya terseret kereta lebih dari 1 km dari lokasi tabrakan.
”Mobil itu kacanya tertutup, terus dia sepertinya menyetel musik. Jadi meskipun kereta sudah mengklakson, dia tak terdengar,” kata saksi Awing, Sabtu (8/12/2012).
Awing menuturkan, mobil jenis Daihatsu Grandmax berada di belakangnya saat melewati perlintasan tanpa palang pintu di area persawahan di Desa Buntet. Mobil saat itu melaju dengan kecepatan rendah.
Dibutuhkan waktu lebih dari 2 jam untuk mengevakuasi korban dari dalam mobil karena kaki korban terjepit. Korban tewas karena luka di kepala yang parah.
Evakuasi mobil yang terjepit lokomatif, memerlukan kereta crane yang didatangkan dari Stasiun Cirebon. Saat kereta crane menarik mobil, rantai penarik sempat putus. Akibat kecelakaan ini, jalur kereta api Cirebon-Purwokerto sempat terhenti lebih dari 2 jam.
detik.com Sabtu, 08/12/2012
Langganan:
Komentar (Atom)