Selasa, 05 Maret 2013

e-Tollpass Harga Khusus Rp. 400.000 Hanya di Gerbang Tol Cengkareng & Kapuk!

Jakarta – Hari ini, tanggal 6 Maret 2013, Bank Mandiri bersama Jasa Marga melakukan launching gardu khusus e-Tollpass di Gerbang Tol Cengkareng (gardu no.6 & 8) dan Gerbang Tol Kapuk (gardu no.10), setelah sebelumnya gardu khusus e-Tollpass juga sudah dibuka di Gerbang Tol Cililitan (gardu no.10).

Gardu khusus e-Tollpass adalah lajur khusus yang diperuntukkan bagi Anda pengguna e-Tollpass (layanan bayar tol cepat dengan menggunakan on board unit yang dipasang di mobil). Di gardu khusus ini Anda dapat melakukan pembayaran tol tanpa membuka kaca jendela mobil dan melaju dengan kecepatan sekitar 20 km/jam. Gardu khusus e-Tollpass ini ditandai dengan lajur jalan berwarna merah dan terdapat logo pada plang masuk gardu.

Bersamaan dengan pembukaan gardu khusus e-Tollpass ini, Bank Mandiri akan menggelar promo penjualan paket alat e-Tollpass seharga Rp 400.000/unit yang sudah termasuk saldo kartu mandiri e-money sebesar Rp 25.000 (dari harga normal e-Tollpass Rp 660.000/unit). Pembelian dapat dilakukan di Gerbang Tol Cengkareng dan Kapuk mulai tanggal 6-20 Maret 2013 pada pukul 06.00 – 10.00 WIB. Bayar tol cepat dengan e-Tollpass tanpa membuka kaca mobil ini makin terjangkau dengan adanya program harga khusus.

Selain dapat dipakai di gardu khusus e-Tollpass di atas, e-Tollpass juga dapat digunakan di 50 Gardu Tol Otomatis (GTO) bertanda di sepanjang ruas tol Jabodetabek. Cara bertransaksi menggunakan e-Tollpass di gerbang tol sangat mudah, yaitu sebagai berikut:

Pasang e-Tollpass pada kaca depan kendaraan Anda sesuai dengan buku petunjuk.
Masukkan mandiri e-money (termasuk e-Toll Card, Indomaret Card, dan GazCard) pada e-Tollpass.
Lalui gardu tol bertanda dengan kecepatan maksimum 10-20 km/jam hingga terdengar bunyi ‘bip’ pada e-Tollpass Anda.
- Lajur jalan berwarna kuning (berlogo GTO & e-Tollpass) : 10 km/jam
- Lajur jalan berwarna merah (berlogo khusus e-Tollpass) : 20 km/jam
Transaksi berhasil, saldo kartu berkurang dan palang gardu akan terbuka secara otomatis.

Selain penjualan yang dilakukan di Gerbang Tol Cengkareng dan Kapuk tersebut di atas, e-Tollpass juga dapat dibeli di toko-toko online berikut:

www.tokone.com
www.bhinneka.com
www.blibli.com
www.dinomarket.com

Jangan lupa, lakukan isi ulang mandiri e-money di mandiri atm bertanda atau di toko Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Lawson, Hypermart, 7-Eleven, Superindo dan Circle-K.

Tunggu apalagi, beli e-Tollpass dengan harga khusus di Gerbang Tol Cengkareng dan Kapuk sekarang juga dan nikmati cara baru bayar tol tanpa stop.

Berduka, Rakyat Venezuela Menangis & Teriakkan 'Chavez Terus Hidup!'

Kepergian Hugo Chavez menyisakan kepedihan yang sangat mendalam bagi rakyat Venezuela. Ratusan orang berkumpul di depan rumah sakit militer di Caracas, tempat terakhir kali mendiang Chavez dirawat.

Mereka menangis dan meneriakkan slogan-slogan yang menunjukkan kecintaan pada Chavez. Mereka mengenakan pakaian serba merah yang identik dengan warna khas partai mendiang Chavez, PSUV. "Kami semua milik Chavez!" teriak mereka, seperti dilansir AFP, Rabu (6/3/2013).

Beberapa warga terlihat melambai-lambaikan bendera nasional Venezuela. Sedangkan yang lainnya tampak membawa poster yang bertuliskan "Rakyat, Chavez dan revolusi, perjuangan terus berlanjut" sambil mengelu-elukan mendiang pemimpin mereka tersebut.

"Chavez terus hidup!" teriak ratusan warga di bawah pengawalan ketat tentara Venezuela.

"Kami sedih karena bapak bangsa kami telah pergi meninggalkan kami. Dia mengajarkan kami untuk mencintai Tanah Air kami. Seorang pemimpin yang secara jasmani memang telah pergi, namun dia tetap tinggal di dalam hati kami dan kami akan terus membangun Tanah Air," ucap seorang warga Venezuela, Francis Izquierdo (40).

"Itu adalah harapan terbesarnya agar kami tidak berhenti melakukan revolusi," imbuhnya sambil menyeka air mata.

Kesedihan akan kematian Chavez juga disampaikan oleh warga Venezuela lainnya, salah satunya Ariani Rodriguez yang berprofesi sebagai guru. "Hati saya hancur seperti orang yang ditinggal pergi ayah atau anak saya sendiri," ucapnya.

Selain berkumpul di depan rumah sakit, warga Venezuela dalam jumlah yang lebih besar juga berkumpul di alun-alun kota Caracas maupun tempat publik di wilayah lainnya. Mereka menyanyikan lagu nasional Venezuela sembari memeluk foto mendiang Chavez dan menyeka air mata mereka.

"Dia (Chavez-red) seharusnya tidak pergi. Dia presiden terbaik yang pernah dimiliki Venezuela," tutur seorang warga yang bernama Frank Aponte (45) di jalanan kota Caracas.

"Saya akan datang ke tempat persemayamannya, bahkan saya rela jika harus mengantre selama 2 hari," tambahnya.

Hugo Chavez meninggal pada usia 58 tahun setelah 14 tahun memerintah Venezuela. Kondisi kesehatan yang terus memburuk, membuat Chavez menderita infeksi pernapasan paru-paru yang parah, terutama setelah menjalani operasi kanker pelvis di Kuba.

Chavez sempat kembali ke Venezuela dua pekan lalu setelah menjalani pengobatan di Kuba. Dia sempat dirawat di rumah sakit militer Caracas yang dijaga ketat pasukan. Namun sayangnya dia kembali terserang infeksi pernapasan yang membuat kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya dia tutup usia.

Pemerintah Venezuela mengumumkan masa berkabung nasional selama 7 hari. Upacara pemakaman nasional bagi mendiang Chavez akan digelar pada Jumat (8/3) mendatang. Namun sebelumnya, jasad Chavez akan disemayamkan selama 3 hari di akademi militer di Caracas, untuk memberi kesempatan kepada rakyat yang hendak memberikan penghormatan terakhir.