Selasa, 05 Maret 2013

Soal Tanggul Raksasa, Kemenkeu Masih Hati-hati

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menegaskan tidak akan sembarangan memberikan insentif pembangunan tanggul raksasa (giant sea wall) yang akan dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Mahendra menegaskan, skema pembiayaan proyek tersebut masih belum jelas, padahal proyek itu mulai dibangun pada 2014. Kemudian desain besarnya juga masih dikaji. "Kami harus hati-hati dan saya rasa kita bisa menjajaki beberapa skema," katanya di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu 6 Maret 2013.

Mahendra mengungkapkan proyek tersebut masih abu-abu. Karenanya impian DKI Jakarta memiliki salah satu infrastruktur yang diklaim menjadi solusi permasalahan banjir ibu kota masih harus didalami.

Sebelumnya, Gubernur Jokowi akan melanjutkan mega proyek Gubernur Fauzi Bowo tanggul laut raksasa untuk mengatasi banjir akibat air pasang laut (rob) di kawasan utara Jakarta. Tanggul ini diyakini bisa menahan pasang air laut, sekaligus membuang air dari daratan ke laut.

Jokowi menyadari biaya pembangunan sangat besar. Waktunya pun bakal panjang. Tapi, untuk jangka panjang, pembangunan mega proyek tersebut dirasakan perlu. Kalkulasi biaya membangun tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall akan memakan dana sekitar US$5 miliar (Rp47,65 triliun).

”Saya sudah suruh kepala dinas terkait untuk mendalami gagasan itu. Kalau hanya menunggu terus, sudah 26 tahun ya masih rencana terus. Saya gak mau disuruh buat rencana terus. Saya mau eksekusi saja,” kata Jokowi.

Bagaimana dan siapa yang bakal membangun, Jokowi belum menjelaskan lebih rinci.

Transaksi MBC 2013 Ditargetkan Rp680 Miliar

Penyelenggaraan Mega Bazaar Computer (MBC) 2013 diharapkan dapat memecahkan rekor transaksi pameran tahun lalu. MBC menargetkan kenaikan total transaksi sebesar 3-5 persen atau Rp19,5-32 miliar, dari transaksi tahun lalu menjadi Rp680 miliar.

Pada penyelenggaraan tahun lalu, MBC berhasil menyedot 466.067 pengunjung dari delapan kota penyelenggara, dan mencatat total transaksi Rp650 miliar. Banyak hadirnya teknologi terbaru dari tren gadget diharapkan memicu animo pengunjung, sehingga akan melampaui jumlah tahun lalu.

Sementara itu, dari sisi pengunjung, MBC tahun ini juga mengharapkan kenaikan dibandingkan tahun lalu.

"Secara nasional, kami menargetkan pertumbuhan pengunjung 10-15 persen," ujar Vista Limbong, General Manager Dyandra Promosindo, penyelenggara MBC 2013 di sela konferensi pers, di Jakarta, Rabu 6 Maret 2013.

Dari statistik tersebut, penyelenggaraan MBC di Jakarta masih mendominasi transaksi maupun jumlah pengunjung. Pada MBC 2012, di Jakarta sukses membukukan transaksi Rp608 miliar dengan total pengunjung 216.444 orang. Sisanya disumbangkan oleh MBC di daerah-daerah.

"Di daerah kami terkendala venue, tidak seluas seperti JCC ini. Kami berharap daerah-daerah segera membangun venue yang besar dan bisa menampung ribuan orang," kata Bambang Setiawan, Chief Operational Officer Dyandra Promosindo, di tempat yang sama.

Bambang menambahkan, penentu pengunjung bukan hanya venue, tapi juga kategori produk yang dipamerkan. Apalagi, pasar TI saat ini mulai tumbuh di daerah. Pengaruh dominasi kontribusi MBC Jakarta juga karena perbedaan karakter.

"Karakter ibu kota dengan daerah berbeda dari sisi pendapatan dan minatnya," kata Bambang.

Dominasi Smartphone dan Tablet PC

Dari sisi kontribusi produk, Vista memprediksi penjualan produk kedua kategori ini akan meningkat pada MBC tahun ini, seiring berubahnya tren TI ke arah perangkat bergerak.

"Produk smartphone dan tablet bisa menguasai 30-40 persen transaksi," ramal Vista.

Alasannya, saat ini, tidak sedikit perusahaan komputer yang mulai terjun ke arena smartphone maupun tablet. Dengan perubahan tren ini, adopsi smartphone dan komputer tablet bisa mencapai 10 sampai 12 persen pada MBC tahun ini