Selasa, 05 Maret 2013

Ibas: Bakal Caleg Demokrat Harus Teken Pakta Integritas

Partai Demokrat menggelar pendaftaran bakal calon anggota DPR di kantor DPP mulai hari ini. Tak hanya anggota partai, masyarakat umum dipersilakan menjajal peruntungannya dalam Pemilihan Umum 2014.

"Mulai hari ini, DPP Partai Demokrat membuka kesempatan untuk masyarakat luas. Rekrutmen ini terbuka untuk umum,” kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, atau Ibas, dalam keterangan persnya, Rabu 6 Maret 2013.

Ibas mengajak putra-putri terbaik bangsa dari seluruh elemen masyarakat yang ingin menjadi Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Partai Demokrat untuk bergabung dan memujudkan aspirasi masyarakat.

"Mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, akademisi, artis dan elemnen masyarakat lainnya yang terpanggil untuk melayani dan mewujudkan aspirasi masyarakat melalui jalur politik," ujarnya.

Dia menjelaskan, persyaratan rekrutmen Bacaleg Partai Demokrat untuk pemilihan legislatif tahun 2014 semakin diperlengkap. Selain mengikuti UU yang berlaku, juga harus mengikuti aturan main partai seperti Pakta Integritas, NPWP, LHKPN, psikotes, tes Kesehatan, pelatihan kader dan persyaratan lainnya.

"Intinya Partai Demokrat semakin berbenah dengan persyaratan yang lebih ketat," ujar Ibas.

Penentuan akhir daftar caleg diputuskan oleh Majelis Tinggi Partai (MTP). Ibas mengklaim para pendaftar tidak dipungut biaya. "Tidak ada yang dipungut biaya. Semua gratis hanya melengkapi persyaratan dan komit dengan aturan internal partai."

Hatta: Anas Tidak Sebut Nama Penerima Dana Century

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, disebut-sebut salah satu dari empat orang yang menerima aliran dana Bank Century.

Mendengar berbagai pemberitaan yang menyebut namanya, Hatta langsung bereaksi. Dia membantah keras menerima dana Bank Century.

Dia juga langsung meminta klarifikasi Timwas Century, apakah benar mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyebut nama Hatta Rajasa sebagai salah satu dari empat nama yang disampaikan ke Timwas Century.

"Saya sudah kirimkan SMS ke Anas, tapi belum dibalas. Tapi saudara Viva Yoga (Ketua DPP PAN) ketemu langsung dan saya punya SMS-nya," kata Hatta Rajasa, Jakarta, Rabu 6 Maret 2013.

Kepada wartawan, Hatta menunjukkan SMS dari Viva Yoga. Berikut isi SMS-nya:

"Saya baru saja bertemu Anas di rumahnya. Anas mengklarifikasi bahwa dia sama sekali tidak pernah menyebut nama-nama penerima aliran dana Century dan tidak mungkin membuat begitu ke Bang HR, karena dia hormat ke Bang HR sebagai senior HMI. Anas meminta kepada profesor Hendrawan dari PDIP untuk mengklarifikasi berita tersebut. Kata Pak Hendrawan itu dipelintir wartawan."

"Nah, saya nggak mengada-ngada. Saya tidak tahu siapa yang melintir," kata Hatta.

Senin 4 Maret 2013, Timwas Century menemui Anas Urbaningrum di kediamannya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Anggota Timwas Century, Ahmad Yani mengatakan, Anas Urbaningrum menyebutkan empat nama yang diduga terkait kasus Century.

Siapa nama baru itu, Yani tak bersedia mengungkapkannya. Sebab informasi itu, katanya, harus terlebih dahulu diverifikasi kebenarannya. "Ada nama baru yang sebelumnya tidak disangka terlibat, ternyata ada kaitannya," kata Yani.

Anas pun menegaskan bahwa dia bersedia dipanggil Timwas Century guna memberi keterangan dalam forum resmi. Soal nama baru, kata Yani, "Biar Mas Anas yang buka sendiri, entah di DPR atau di KPK, karena memang dia mau membukanya," kata legislator Partai Persatuan Pembangunan itu.