China mendesak seluruh negara di dunia ini agar bersikap tenang dalam merespons ancaman-ancaman Korea Utara (Korut). Negeri Panda itu tetap khawatir akan adanya eskalasi ketegangan di Semenanjung Korea.
"China mendesak seluruh pihak yang berseteru untuk tenang dan menahan diri, serta menghindari tindakan yang akan memicu eskalasi ketegangan. Situasi di semenanjung itu sangat kompleks dan sensitif," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying, seperti dikutip AFP, Jumat (8/3/2013).
Belakangan ini, Korut memang menjadi semakin berang usai mereka dijatuhi sanksi baru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sanksi itupun didukung oleh China yang justru merupakan mitra Korut.
Meski demikian, China menolak segala upaya berupa invasi militer ke Korut untuk menyelesaikan masalah. Rusia pun memiliki pandangan yang sama dengan China, mengenai Korut.
Hua mengatakan, resolusi yang dikeluarkan PBB merupakan resolusi yang seimbang. China pun mengaku, selama ini mereka telah memainkan peranan yang konstruktif di Dewan Keamanan PBB.
"China selalu serius mengimplementasikan Resolusi DK PBB dan mempertegas desakannya terhadap Dialog Enam Pihak yang akan mengantarkan Amerika Serikat (AS), dua negara Korea itu, Jepang dan Rusia," papar Hua.
belajar tentang apa yang ada didunia ini, trik dan tips, gratisan , ngeblog, asuhan keperawatan,
Jumat, 08 Maret 2013
Korut Masih Mampu Hancurkan Jepang & Korsel
Pengamat Korea Selatan (Korsel) berpendapat Korea Utara (Korut) memiliki kekuatan militer yang cukup besar dan bisa menghancurkan Jepang serta Korsel. Meski demikian, Korut dinilai belum bisa menyerang AS.
Seperti diketahui, Korut hanya membutuhkan roket jarak menengah untuk menggempur Negeri Sakura yang letaknya tak jauh dari Korut. Sementara itu, perbandingan militer Korut dan Korsel juga sangat jauh, Korut memiliki 1,2 juta pasukan dan Korsel hanya 640 ribu ditambah 26 ribu pasukan AS.
Jumlah personil militer dan persenjataan Korut memang jauh lebih banyak ketimbang dua negara Asia Timur itu. Namun klaim Korut yang menyebutkan bahwa mereka bisa menghancurkan AS dengan senjata nuklirnya, dinilai tidak masuk akal.
"Korut masih sulit dalam melakukan serangan militer secara konvensional. Butuh uang yang banyak bagi Korut untuk memenangkan perang itu," ujar pengamat Korsel Shin In-kyun, seperti dikutip Reuters, Sabtu (9/3/2013).
Sejauh ini, Korut dikabarkan memiliki 12 ribu artileri yang ditempatkan di perbatasan. Mereka juga memiliki misil-misil jarak menengah yang bisa menjangkau target sejauh 3 ribu kilometer.
Selain kedua instrumen itu, Korut juga memiliki kapal selam tempur. Pada 2010, dunia menyaksikan adanya serangan dari kapal selam Korut ke kapal Korsel yang menewaskan 46 orang pelaut Negeri Ginseng itu.
Di tahun yang sama, Korut juga melakukan serangan ke Pulau milik Korsel dan menewaskan beberapa orang warga sipil. Meski dunia yakin, Korut-lah yang melakukan serangan itu, Korut masih menepis tuduhan-tuduhan tersebut.
Seperti diketahui, Korut hanya membutuhkan roket jarak menengah untuk menggempur Negeri Sakura yang letaknya tak jauh dari Korut. Sementara itu, perbandingan militer Korut dan Korsel juga sangat jauh, Korut memiliki 1,2 juta pasukan dan Korsel hanya 640 ribu ditambah 26 ribu pasukan AS.
Jumlah personil militer dan persenjataan Korut memang jauh lebih banyak ketimbang dua negara Asia Timur itu. Namun klaim Korut yang menyebutkan bahwa mereka bisa menghancurkan AS dengan senjata nuklirnya, dinilai tidak masuk akal.
"Korut masih sulit dalam melakukan serangan militer secara konvensional. Butuh uang yang banyak bagi Korut untuk memenangkan perang itu," ujar pengamat Korsel Shin In-kyun, seperti dikutip Reuters, Sabtu (9/3/2013).
Sejauh ini, Korut dikabarkan memiliki 12 ribu artileri yang ditempatkan di perbatasan. Mereka juga memiliki misil-misil jarak menengah yang bisa menjangkau target sejauh 3 ribu kilometer.
Selain kedua instrumen itu, Korut juga memiliki kapal selam tempur. Pada 2010, dunia menyaksikan adanya serangan dari kapal selam Korut ke kapal Korsel yang menewaskan 46 orang pelaut Negeri Ginseng itu.
Di tahun yang sama, Korut juga melakukan serangan ke Pulau milik Korsel dan menewaskan beberapa orang warga sipil. Meski dunia yakin, Korut-lah yang melakukan serangan itu, Korut masih menepis tuduhan-tuduhan tersebut.
Langganan:
Komentar (Atom)