Senin, 11 Maret 2013

Cara Mahir Pidato

Sebenarnya anda pasti bisa pidato seperti halnya oranglain yang sudah jago. Biasanya telapak tangan berkeringat, mulut terkunci dan pikiran beku, tidak ada sepatah katapun yang dapat dikeluarkan saat seseorang disuruh pidato. Mungkin ini terlalu berlebihan tapi kadang kenyataan seperti itu.

Anda tidak akan lagi seperti yang digambarkan diatas. Bisajadi anda justru seperti Hos Cokro Aminoto, Ir. Soekarno dan anak pedagang pasar....KH. Bisri Mustofa, mereka singa-singa podium, jago pidato.

Jago pidato bukannya karena bakat atau keturunan. Ini salah besar. Yang benar adalah hanya KEMAUAN.

Jika anda mengamati kisah-kisah orang sukses maka akan anda temukan bahwa mereka punya kemampuan pidato hebat.

Jadi jika anda ingin sukses maka jangan ketinggalan kemampuan pidato ini harus dikuasai. Jangan sampai kemampuan ini anda sepelekan apalagi demam panggung. Moso anak gaul ngomong aja ampe ngompol!!!!!he...he..

Tiga Pilar Pokok Penyampaian Pidato Hebat

Dari banyak buku yang mengupas masalah terkait pidato saya menemukan banyak hal yang mendukung keberhasilan dalam penyampaian sebuah pidato. Dari banyak hal itu, mulai dari menyangkut hal-hal umum sampai hal-hal teknis dalam berpidato saya melihat terdapat tiga hal pokok sebagai penentu suksesnya pidato.

Tiga Pilar Pokok Penyampaian pidato tersebut meliputi 3 V, yaitu : vokal, verbal , visual. Semuanya terkait tentang bagaimana manusia bisa menyerap informasi secara maksimal, bagaimana orang bisa tersentuh emosinya, dsb.

Vokal
Dari segi vokal yaitu menyangkut intonasi suara. Tinggi dan rendahnya, berirama atau monoton/datar, bahkan diam. Kapan harus diam dan kapan harus mulai bicara lagi, ini pun penting. Tidak mungkin agar orang ikut terbawa suasana sedih anda menyampaikan dengan nada tinggi seperti orasi. Tidak mungkin untuk membangkitkan semangat anda menyampaikan dengan nada pelan dan lembut. Hal lainnya adalah segi vokal bisa menentukan bosan atau tidaknya audien.

Verbal
Segi verbal menyangkut artikulasi suara. Kejelasan pengucapan hurup, pemilihan kata-kata yang tepat dan sesuai untuk pendengar, bahasa yang digunakan, dll.

Visual
Segi visual mencakup ekspresi tubuh, gerakan badan dan tangan, alat bantu atau media yang digunakan, dll.

Beruntung rasanya saya dulu pernah ikut teater di pondok pesantrena Daarut Tauhiid pimpinan Aa gym. Saya mendapat pelajaran tentang artikulasi suara. Meskipun tidak betul-betul menguasai setidaknya saya jadi tahu.