Minggu, 17 Maret 2013

Teknik Dasar Pertahanan Diri

Melihat semakin meningkatnya kasus kriminalitas akhir-akhir ini, MBDC merasa perlu untuk memberikan informasi dasar untuk kamu kamu (yang cupu dan gak bisa berantem) tentang teknik bela diri yang paling dasar saat keadaan terdesak. Kecuali kamu udah sejago Mad Dog atau Machete sih ya, silakan diskip aja artikel ini. Nah jadi hal-hal yang harus kamu lakukan adalah,

Menghindar


Percayalah, menghindari konfrontasi langsung itu adalah sangat bijaksana. Terutama kalau kamu gak terlalu jago berantem. Duit bisa dicari lagi, tapi kalau sampai patah tulang, kebacok dan lain lain, lebih ribet lagi ntar. Kalau bisa lari sih ya lari aja, asal kamu yakin dengan kecepatan kamu. Tapi itu kalau kasusnya pilih harta atau nyawa ya. Tapi kalau udah harga diri mungkin bolehlah kamu coba untuk lawan. Masak iya misalnya kamu dibully sampe kepala kamu dikencingin kamu diem aja?

Teriak


Yaelah beneran deh, teriak ketika kamu diganggu itu sama sekali gak cemen. Tapi ya teriaknya bukan cuma yang aaaaaaaaaaaaaa gitu doang dong, tapi yang ada kalimatnya. Tapi ya gak juga ngomong, GUE BILANGIN BAPAK GUE LO! Oh terus dorong si penganggu dengan keras, supaya ada jarak dan kamu bisa gertak balik dan atau kabur. Dengan membentak dengan keras kamu juga bisa menarik perhatian orang sekitar, supaya doi jadi lebih ciut gitu. Tapi kalau lagi di tempat sepi dan gak bisa lari sih yah gimana ya, lawan aja lah sebisa mungkin.

LAWAN!


Supaya gak buang-buang energi, seranglah si penganggu di area ini:

Mata

Colok atau cakar. Ini kalau posisi kamu dan si penganggu sejajar. Kalau kamu lebih pendek dari dia ya jangan terusnya jadi loncat-loncat pengen nyolok matanya. Imut bener ntar jadinya, yang ada ntar kamu malah dipeluk terus digendong. Pake jari boleh atau kalau gak mau tangan kamu kotor bisa pake kunci atau apapun benda yang bisa kamu jangkau. Begitu dia kesakitan dan gak bisa lihat, kamu bisa kabur dan atau menyerang area tubuh lainnya.

Hidung

Konon katanya keseimbangan seseorang ada di hidung. Kalau dia ada di depan kamu, gunakan bagian bawah telapak tangan kamu untuk menghajar tulang nasalnya (tau kan ya tulang nasal? Itu yang ditengah antara lobang hidung) dengan sekuat tenaga. Kalau dia ada di belakang kamu, gunakan sikut.

Leher

Leher bagian samping itu juga area yang asik untuk dihajar, bisa sampe bikin pingsan, soalnya ada karotik arteri dan vena jurgular disitu. Telapak tangan lurus ala ala menebas gitu ya. Sekuat tenaga. Oh kamu juga bisa jepit kerongkongannya dengan jari tengah dan telunjuk. Itu bagian paling lemah di tubuh manusia, dengan kekuatan jari aja bisa pecah. Akibatnya bisa kematian. Tapi ingat ya kamu gak boleh ragu-ragu saat melakukannya. Seniat dan sekuat tenaga mungkin lah pokoknya.

Dengkul

Kalau tangan kamu keduanya udah dipegangin gimana? Pake kaki dong. Tendang bagian samping dengkul, biar sempoyongan dan cedera, bagian depan juga bisa sih tapi kemungkinan sempoyongannya lebih kecil daripada kalau kamu tendang dari samping. Bisa kan ya cara nendang? Gak usah dikasih tau lagi.

Bijinya

Kalau si pengganggu punya biji loh ya, literally bukan figuratively. Begitu dia nunduk kesakitan, sikat dagunya pake dengkul kamu. Mudah-mudahan lidahnya lagi keluar jadi dia bisa gak sengaja gigit lidahnya sendiri. Mati deh.

Pake alat

Ya kalo bisa punya beceng sih ya bagus sih ya. Todongin aja juga udah kicep. Tapi kan punya beceng ilegal. Susah juga dapetnya. Eh gak sih kalau kamu bergaul dengan orang-orang yang tepat. Etapi, pake stun gun atau hand taser juga lumayan ampuh, bentuknya juga udah makin beragam ada yang pulpen sampe lipstik. Kalau kamu udah jago banget berantemnya mungkin bisa juga dengan menggunakan alat-alat yang ada di sekitar kamu, kayak Jackie Chan gitu.

Demikiaaanlaah. Mudah-mudahan berguna yes.

Pengertian Digital Forensic

Untuk mengimplementasikan berbagai skema sistem forensika digital, maka ketersediaanDigital Forensic Laboratory adalah merupakan sesuatu hal yang sangat diperlukan. Dalam penangan kasus-kasus yang melibatkan digital evidance, Digital Forensic Laboratory akan menjadi bagian penting dari sebuah sistem peradilan modern.

Saat ini tersedia berbagai produk aplikasi / tools untuk kepentingan forensika digital. Sebagian aplikasi hanya berfokus pada pada beberapa fungsi utama sementara sebagian yang lain memungkinkan melakukan sejumlah fungsi. Ada pula aplikasi yang secara khusus menangani area bukti digital tertentu, seperti email, internet, gadget. Sebagaimana umumnya aplikasi komputer, aplikasi / tools untuk kepentingan forensika digital juga terbagi pada kelompok opensource dan komersil. Masing-masing kelompok memiliki kelebihan dan kekurangannya, karena itu sangatlah dianjurkan kita tidak bergantung hanya pada satu kelompok tools saja. Seorang ahli forensika digital harus secara cermat menentukan tools yang digunakan agar proses presentasi barang bukti digital dapat diterima oleh semua fihak. Dalam hal ini, tools forensika digital yang baik dapat berfungsi sebagaimana “Swiss Army Knife”, pisau lipat multifungsi.

Untuk kelompok tools open source, yang banyak digunakan adalah tools SIFT (SANS Investigative Forensic Toolkit). Aplikasi ini berjalan diatas OS Linux Ubuntu, termasuk tools yang sangat powerfull, tidaklah heran bila kemudian organisasi resmi yang menangani bidang forensika digital / digital evidance menjadikan tolls SIFT ini sebagai tools standarnya. Sejauh informasi yang saya ketahui, Bareskim Polri telah memiliki sejumlah tenaga certified untuk tools SIFT. Info lengkap tentang SIFT bisa dilihat di alamat berikut ini :

http://computer-forensics.sans.org/community/downloads

Sementara untuk kelompok aplikasi komersial, tools FTK dari AccessData dan EnCase dariGuidance Software adalah dua diantara sekian banyak tools yang sering dijadikan sebagai tools utama. Dua aplikasi tersebut dijuluki sebagai Swiss Army Knife -nya tools forensika digital. Walaupun tetaplah diakui tidak ada satu aplikasipun yang bisa melakukan apapun, namun dua aplikasi tersebut dapat mewakili kemampuan sejumlah langkah dasar untuk kepentingan forensika digital.

Pada sudut pandang lain, seorang ahli forensika digital akan berusaha untuk menjaga keaslian dari proses terbentuknya bukti digital. Dalam hal ini tentunya bukti-bukti digital yang dihasilkan dalam sebuah lingkungan windows akan jauh lebih baik bila di tangani dalam lingkungan yang sama, demikian juga dengan Linux, OSX dan sistem operasi lainnya. Sayangnya sebagian tools forensika digital banyak dikembangkan dalam lingkungan Windows dan Linux. Untuk lingkungan OSX / iOS/ Mac termasuk yang sangat jarang ditemukan tools forensika digital yang dikembangkan dalam lingkungan sistem operasi ini. Untuk itulah ketersediaan dua aplikasi berikut ini sangatlah membantu bagi ahli forensika digital untuk melakukan eksplorasi bukti digital dalam lingkungan OSX/iOS/Mac. Kedua aplikasi itu adalah :Mac Marshall dari Mac Marshall Architecture Technology dan Macquisition / Blacklight dari BlackBag Technology. Sayangnya kedua aplikasi forensika digital untuk Mac tersebut sifatnya adalah komersil dan hanya diberikan kesempatan menggunakan versi trialnya untuk 14H saja.

Selain sejumlah aplikasi forensika digital diatas, terdapat pula sejumlah tools dasar yang dapat digunakan untuk kepentingan langkah forensika digital, antara lain adalah :

SMART & SMART, multipurpose tools dari http://www.asrdata.com/forensic-software/software-download/
X-Ways Forensic, multipurpose tools dari http://www.x-ways.net/forensics/
Helix3 Pro, multipurpose tools dari http://www.e-fense.com/helix3pro.php
Raptor, Linux based dari http://www.forwarddiscovery.com/Raptor
Dossier Logicube fokus pada hardware acquistion, produk dari http://www.logicube.com/shop/forensic-dossier/
Tableau, spesifik untuk write blockers, storage, acquisition, produk dari http://www.tableau.com/index.php?pageid=products