Selasa, 29 Oktober 2013

Galaxy Tab 3 Kids Dibanderol Rp 2,4 Juta

Galaxy Tab 3 Kids Dibanderol Rp 2,4 Juta
Galaxy Tab 3 Kid
Demam tablet memang tak hanya menjangkau orang dewasa, anak-anak pun tidak ketinggalan ikut menyukainya. Melihat peluang ini, Samsung pun meluncurkan lini tablet khusus si buah hati.

Samsung telah memastikan akan mengeluarkan versi lain dari Galaxy Tab 3, yang memang diperuntukkan bagi anak-anak. Ukurannya tetap 7 inch, namun dengan warna cerah khas.

Dilansir dari Cnet, Selasa (29/10/2013), Galaxy Tab 3 for kids ini akan memiliki spesifikasi yang tak jauh berbeda dengan versi sebelumnya.

Namun memang akan ada beberapa aplikasi untuk anak-anak yang sudah terinstal secara gratis di tablet ini, seperti Fruit Ninja, Where is My Perry dan Kids Planet Discovery.

Kendati menggunakan sistem operasi Android, Galaxy Tab 3 for Kids ini akan menggunakan antarmuka yang lebih ramah dengan anak-anak.

Piranti ini akan hadir di Amerika Serikat pada 10 November dan belum diketahui akan dilempar juga ke pasar internasional. Untuk bisa membawanya sebagai kado, pengguna harus merogoh kocek USD 229 atau sekitar Rp 2,4 jutaan.

Bagaimana BlackBerry Dapat Uang dari BBM?

 CEO BlackBerry Thorsten Heins, Bagaimana BlackBerry Dapat Duit dari BBM?
CEO BlackBerry Thorsten Heins
Layanan BlackBerry Messenger (BBM) untuk Android dan iOS sudah bisa dipakai. Timbul pertanyaan, apa keuntungan yang didapat BlackBerry dari melepas BBM lintas platform?

Seluruh pengguna saat ini bisa memakai BBM tanpa harus membayar alias cuma-cuma. Jadi, BlackBerry sama sekali belum mendapatkan uang dari para pemakai BBM lintas platform.

Layanan pesan instan yang lain coba meraup untung dengan berbagai cara. WhatsApp misalnya, bisa dipakai dalam kurun waktu tertentu, selanjutnya harus bayar.

Sedangkan layanan messaging seperti Line atau KakaoTalk, menjual beragam stiker lucu yang bisa dikirimkan pada teman. Metode tersebut memberikan profit yang tidak sedikit.

Lantas, apa yang kira-kira akan dilakukan BlackBerry untuk 'menguangkan' BBM lintas platform? Apakah akan berbayar seperti WhatsApp atau menjual konten seperti Line?

Beberapa waktu lalu, Andrew Bocking, Executive Vice-President of BBM, mengakui memang ada berbagai pendekatan yang dilakukan untuk 'menguangkan' BBM. Meski saat ini masih dalam tahap pengembangan.

"Kami meninjau berbagai peluang yang ada, BBM Channel adalah yang pertama yang akan kami coba. Ini semacam perpanjangan dari apa yang sudah digunakan oleh para pengguna yang biasa memanfaatkan grup ВВМ untuk berjualan," ujar Andrew.