Sabtu, 06 September 2014

Hamil Duluan, Prisia Nasution Dinikahi Restu Sinaga


Hamil Duluan, Prisia Nasution Dinikahi Restu Sinaga
Hubungan cinta Prisia Nasution dan Dallas Pratama tak berlangsung lama. Karena selingkuh, Phia, sapaan Prisia, pun meninggalkan Dallas. Padahal, cewek 30 tahun itu tengah mengandung benih dari Dallas. Alhasil, untuk menyelamatkannya dari aib, Phia pun dinikahi Restu Sinaga yang merupakan sahabat kecilnya.

Hamil Duluan, Prisia Nasution Dinikahi Restu SinagaCerita itu ada dalam film terbaru Phia bertajuk Unlimited Love. Film besutan Haryanto Corakh ini menceritakan problematika cinta yang bersinggungan dengan rasa persahabatan. Uniknya, film ini dibuat di sebuah tempat terlarang di Belanda. Pasalnya, tidak seorang pun diperbolehkan syuting di area lokalisasi Amsterdam yang dikenal dengan zona merah.

Kabarnya rumah produksi Hollywood pun tak bisa membobol tempat tersebut. Tak heran, begitu ketahuan, Phia Cs kena semprot oleh para PSK Amsterdam.

"Iya, 10 hari syuting di Red Light District, kawasan yang jangankan syuting, memotret saja nggak bisa. Hollywood juga nggak bisa, kami coba militan dengan cara candid. Mungkin ini satu-satunya film yang syuting di sana langsung," ungkap Sutradara `Unlimited Love`, Haryanto Corakh di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (5/9/2014).

"Persiapannya sudah jauh-jauh hari, ketika minta izin ke Kedubes Belanda mereka menolak keras. Ketahuan di sana, PSK benar marah pas tahu kita syuting, wah parah banget," sambungnya.

Meski dianggap kontroversial, rencananya film jebolan rumah produksi Intikom Production ini tak hanya akan ditayangkan di Indonesia. Cinta segitiga Phia, Restu Sinaga dan Dallas bakal disiarkan di Belanda dan negara Eropa lainnya.

"Ini baru rencana filmnya juga tayang di bioskop Belanda dan Eropa. Rilisnya November nanti," papar sang produser, Ertha J Shahab.

`Unlimited Love` bercerita tentang kisah cinta segitiga antara Dallas Pratama (Prasetyo), Prisia Nasution (Widya) dan Restu Sinaga (Andika). Awalnya, Widya dan Pras menjalin cinta. Namun karena perselingkuhan membuat Widya memutuskan Pras yang kemudian menghilang ke Belanda. Saat itulah Andika muncul sebagai sahabat baik Widya.

Andika yang memang sudah lama menyimpan rasa pun akhirnya menikahi Widya. Kala itu, Widya tengah berbadan dua hasil buah cintanya dengan Pras. Setelah aibnya terselamatkan, rumah tangga Andika dan Widya berjalan harmonis. Hingga akhirnya Pras datang kembali dengan membawa sebuah rahasia.

Kamis, 04 September 2014

Air Terjun Grojogan Sewu

Air Terjun Grojogan Sewu, sebuah air terjun dengan panorama hutan alami di kaki Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Air Terjun Grojogan SewuBacpacker ke Air Terjun Grojogan Sewu

Untuk menuju ke Grojogan Sewu sangat gampang sekali, apalagi merupakan daerah wisata andalan Kabupaten Karanganyar.

    - Jika dari Solo, kita bisa naik bus jurusan Tawangmangu untuk biaya Lebih gampangnya, liat aja daftar tarif bus yang banyak disebar di beberapa titik di Terminal Tirtonadi, Solo.

   -  Kita akan turun di Terminal Tawangmangu yang merupakan terminal terakhir, dari sini, kita bisa berjalan kaki sejauh satu kilometer menuju air terjun dengan jalanan yang menanjak naik. Gampangnya, kita bisa naik angkot menuju air terjun

    -  Biaya retribusi Grojogan Sewu Rp 18.000,-

Untuk menuju air terjun, dari loket retribusi kita akan menuruni ratusan anak tangga menuju kebawah. Dalam perjalanan ini, deru air terjunpun bisa terdengar dengan jelas. Air terjunnya sendiri berada di dalam Hutan Wisata Grojogan Sewu yang memiliki luas 20 Ha. Jadi, dalam perjalanan menuju air terjun, kesan sejuk sangat terasa karena banyaknya pepohonan di kanan – kiri jalan.


Dalam perjalanan ini pula, kita bisa menemukan banyak sekali kera. Kera – kera tersebut merupakan  nilai tambahan dalam areal wisata ini. Namun, perlu diingat pula bahwa kera – kera tersebut juga mendapat predikat buruk ! Kera – kera di Grojogan Sewu suka sekali menyambar makanan yang dibawa pengunjung. Jika kita tidak awas, maka bisa amblas (habis) makanan kita. Bahkan, kera – kera tersebut juga sangat tertarik apa yang disebut dengan TAS. Yup, karena memang kebanyakan makanan dimasukan ke dalam tas, entah tas keresek atau tas ransel,jadi jagalah tas anda selalu dan jangan ditaruh sembarangan karena kera – kera tersebut seperti terhipnotis jika melihat tas tergeletak begitu saja (seperti pengalaman saya). Sewaktu disini, saya sempat melihat pertarungan sengit antara Manusia Vs Kera dalam memperebutkan tas dengan hasil akhir tas yang sobek (dan manusialah pemenangnya).

Air terjun Grojogan Sewu memiliki tinggi 81 meter, merupakan air terjun tertinggi ke-12 di Indonesia dan sekaligus menjadikannya air terjun tertinggi se-jawa Tengah. Untuk melihat air terjun dari dekat sebenarnya sudah ada larangannya, tapi banyak sekali yang nekat untuk melihatnya lebih dekat dan kita harus melewati bebatuan yang licin, apalagi hari itu mendung menggelayut dan gerimispun datang.

Walaupun bernama seribu (sewu = seribu), kenyataannya hanya ada satu air terjun utama dan beberapa air terjun kecil yang mengalir disekitar air terjun utama. Namun, pemandangan di sekitar air terjun sangat menarik daripada Air terjun Sedudo di Nganjuk yang hutannya banyak yang gundul.

Di sekitar air terjun banyak sekali pedagang makanan,terutama sate kelinci dan sate ayam. Di sini juga ada kolam renangnya dengan air khas pegunungan yang dingin. Selain itu, kita juga bisa mencoba flying fox dengan biaya Rp 10.000,- dan setelahnya kita dapat menyeberangi sungai dengan lewat jembatan gantung dari tali. Tertarik juga nyobain flying fox,ternyata………..datar…………adrenalin kurang terpacu, maklum, sering nyobain roller coaster walaupun dalam ukuran mini.

Perjalanan paling menantang adalah perjalan kembalinya ! Setelah menuruni ratusan anak tangga, maka sekarang giliran kita menaikinya. Capek ? tentu saja ! Tapi tenang saja, dibeberapa titik telah dibangun gazebo buat istirahat sementara. Kali ini, tugas saya membawa semua beban berat seperti tas ransel dan tanpa istirahat, saya berjalan mendaki meninggalkan dua orang yang berleha – leha di bawah [merasa dosa juga]. Takut capek ? kita bisa naik kuda dari air terjun menuju pelataran parkir.


      Jika ingin bermalam,tak usah bingung, ada banyak hotel disini, letaknya di jalan – jalan kampung, tinggal sesuaikan budget aja