Selasa, 07 Oktober 2014

Saat Pasangan Sudah Tak Menghargai Hubungan

Saat Pasangan Sudah Tak Menghargai HubunganMenjalani hubungan asmara memang tak akan sepenuhnya berjalan mulus tanpa hambatan. Terkadang 'kerikil' kecil datang dalam perjalanan dan membuat hubungan berubah.

Salah satu gangguan yang tersulit mungkin masuknya orang ketiga dalam hubungan. Tak jarang ada pasangan yang justru lebih memilih orang baru tersebut dibanding Anda yang sudah menemani dalam suka dan duka. Jika sudah demikian, apakah putus menjadi jalan terbaik?

Psikolog sekaligus konsultan cinta Wolipop mengatakan, cinta memang bukan pilihan namun komitmen adalah pilihan. Tanyakan pada diri Anda apakah ingin menjalani hubungan yang didasari atas rasa saling cinta atau hanya sekadar mempertahankan status?

Ditambahkan oleh pendiri Conseling and Development Center PT Personal Growth itu, dalam menjalin hubungan selain membutuhkan komitmen juga membutuhkan usaha dari kedua belah pihak untuk mempertahankannya.

"Jika memang pasangan kamu tidak mengusahakan hal itu, kamu sebaiknya kali ini benar-benar bertanya padanya, apakah ia masih mau memperjuangkan hubungan kalian ataukah tidak. Bila ia tidak ingin memperjuangkan hubungan kalian, maka sebaiknya kamu bijak dalam mengambil keputusan untuk dirimu dan masa depanmu," tutur Ratih.

Namun jika memang masih ada komitmen dari Anda dan pasangan, makan hubungan masih dapat diusahakan dan dipertahankan. "Ajak dia bicara secara baik-baik, mungkinkah ada masalah di antara kalian yang tidak disadari sehingga menyebabkan perubahan hubungan kalian. Bicarakan bersama dengan pasangan secara terbuka dan jujur bagaimana solusi yang terbaik untuk kalian berdua," tambahnya.

Minggu, 28 September 2014

Kenali Bahaya di Balik Gula Jagung

Kenali Bahaya di Balik Gula Jagung
Gula merupakan bahan makanan yang hampir tidak bisa kita hindari, dalam penggunaan banyak makanan. Baik itu makanan sehari-hari, ataupun minuman. Rasanya yang manis, membuat lidah mempu menerimanya dengan baik.

Gula juga sering dijadikan penawar rasa pahit, saat akan menyeduh kopi, teh atapun cokelat bubuk. Penggunaan gula memang sangat beragam, dan banyak jenisnya. Tak ayal, konsumsi gula terkadang bisa melebihi ambang batas.

Walaupun baik, konsumsi berlebihan gula bisa menyebabkan banyak penyakit, mulai dari diabetes, obesitas, bahkan hingga penyakit jantung bisa disebabkan oleh konsumsi berlebihan atas gula.

Gula yang ada di pasaran saat ini tergolong menjadi beberapa jenis, seperti gula pasir, gula merah, dan inovasi gula jagung. Yang digadang-gadang bersahabat dengan penderita diabetes.

Tapi mari kita lihat faktanya. Gula pasir yang sering kita konsumsi merupakan gula dengan molekul disakarida, yang dalam kondisi asam (lambung) akan dopecah menjadi glukosa dan fruktosa dengan jumlah yang seimbang. Sementara gula jangung memiliki molekul yang sederhana, yaitu fruktosa, yang kemanisannya mencapai 1,7 lebih banyak dari gula pasir, serta mengandung kalori 25% lebih sedikit.

Dalam sebuah penelitian yang kami kutip dari klikdokter, setiap penelitian gula jagung dan gula pasir biasa, membuktikan hasil yang mengejutkan. Konsumsi fruktosa yang berlebihan, justru akan mengakibatkan obesitas, dan memicu resistensi insulin (awal dari menderita diabetes).

Jadi, setiap gula yang kita konsumsi, baik itu gulapasir biasa atau gula jagung, jika dikonsumsi melebihi batas aktivitas kita, maka risiko menderita beberapa penyakit berbahaya kian tinggi.

Jadi kami sarankan bagi Anda yang berpikiran bahwa, dengan konsumsi gula jagung terbebas dari diabetes, itu salah. Risiko penggunaan gula dalam makanan memang perlu dibatasi, terutama bagi anak-anak. Jangan memberikan gula secara berlebihan, dan usahakan anak untuk banyak bergerak, sehingga kalori dalam tubuhnya mampu terbakar dengan maksimal.