Selasa, 07 Oktober 2014

Pacaran Tidak Pernah Awet, Apa yang Salah?

Pacaran Tidak Pernah Awet, Apa yang Salah?
Tidak semua pasangan mampu mempertahankan hubungan. Terkadang, putus menjadi jalan tengahnya. Namun, ketika beberapa kali pacaran, Anda selalu gagal mempertahankan hubungan, maka tak jarang Anda merasa kecewa dan menyalahkan diri sendiri. Apa yang salah ketika tidak pernah awet pacaran? Ini kata psikolog Ratih Ibrahim.

1. Jangan Membandingkan
Setiap orang memiliki masalah yang berbeda-beda dalam menjalin hubungan. Oleh karena itu, jangan selalu membandingkan diri dengan orang lain di sekeliling. "Lebih baik kamu berfokus pada pengembangan diri. Mulai dengan kenali diri kamu sendiri, seperti mengetahui karakter dan sifat yang kamu miliki, serta menyadari kekuatan dan kelemahan kamu," ujar psikolog sekaligus konsultan cinta di Wolipop tersebut.

2. Evaluasi
Gagalnya hubungan tidak sepenuhnya atas kesalahan Anda. Jangan selalu menyalahkan diri. Daripada menyalahkan diri, evaluasi kembali hubungan yang sudah dijalani selama ini dan perbaiki sifat dan sikap. "Dengan pengembangan diri yang lebih baik, ke depannya kamu dapat membentuk dan menjalin hubungan dengan lebih mantap," tutur Ratih.

3. Jangan Mudah Mengatakan Putus
Putusnya hubungan bisa juga terjadi karena mudahnya tersulut emosi dan terucap kata putus. Ketika kata-kata tersebut mudah diucapkan, maka itu akan membuat Anda menyesal setelahnya. Untuk hubungan selanjutnya, ketika ada masalah sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu sebelum mengatakan kata putus. Kedewasaan akan membuat hubungan bisa bertahan dan lebih awet.

4. Kurangnya Pendekatan
Hal lain yang memicu hubungan asmara berlangsung singkat adalah kurangnya waktu PDKT atau pendekatan dengan si dia. Ketika Anda baru mengenal seseorang, lalu memutuskan untuk pacaran, maka ketika tidak cocok berujung pada putusnya hubungan asmara. Jadi sebaiknya, nikmatilah terlebih dahulu masa-masa PDKT sebelum mengenal lebih jauh calon kekasih Anda.

Saat Pasangan Sudah Tak Menghargai Hubungan

Saat Pasangan Sudah Tak Menghargai HubunganMenjalani hubungan asmara memang tak akan sepenuhnya berjalan mulus tanpa hambatan. Terkadang 'kerikil' kecil datang dalam perjalanan dan membuat hubungan berubah.

Salah satu gangguan yang tersulit mungkin masuknya orang ketiga dalam hubungan. Tak jarang ada pasangan yang justru lebih memilih orang baru tersebut dibanding Anda yang sudah menemani dalam suka dan duka. Jika sudah demikian, apakah putus menjadi jalan terbaik?

Psikolog sekaligus konsultan cinta Wolipop mengatakan, cinta memang bukan pilihan namun komitmen adalah pilihan. Tanyakan pada diri Anda apakah ingin menjalani hubungan yang didasari atas rasa saling cinta atau hanya sekadar mempertahankan status?

Ditambahkan oleh pendiri Conseling and Development Center PT Personal Growth itu, dalam menjalin hubungan selain membutuhkan komitmen juga membutuhkan usaha dari kedua belah pihak untuk mempertahankannya.

"Jika memang pasangan kamu tidak mengusahakan hal itu, kamu sebaiknya kali ini benar-benar bertanya padanya, apakah ia masih mau memperjuangkan hubungan kalian ataukah tidak. Bila ia tidak ingin memperjuangkan hubungan kalian, maka sebaiknya kamu bijak dalam mengambil keputusan untuk dirimu dan masa depanmu," tutur Ratih.

Namun jika memang masih ada komitmen dari Anda dan pasangan, makan hubungan masih dapat diusahakan dan dipertahankan. "Ajak dia bicara secara baik-baik, mungkinkah ada masalah di antara kalian yang tidak disadari sehingga menyebabkan perubahan hubungan kalian. Bicarakan bersama dengan pasangan secara terbuka dan jujur bagaimana solusi yang terbaik untuk kalian berdua," tambahnya.