Rabu, 29 Oktober 2014

Tips & Trik Membeli/Bid Pemain Top Eleven

Membeli pemain adalah sebuah keharusan agar tim kita tetap bisa bersaing, namun karena keterbatasan Token dan Cash, maka terkadang kita kesulitan untuk melakukan pembelian pemain, khususnya untuk manajer tipe penabung token harian. inilah Tips & Trik Membeli/Bid Pemain Top Eleven.



Kenapa kita harus membeli pemain dengan token yang minim?
Token hanya didapatkan sehari sekali, kecuali yang mengambil tipe invest atau mendapat token jika menang, intinya mengumpulkan token itu butuh waktu.
Pemain dengan bid token yang tinggi, maka harganya pun akan sangat tinggi, bahkan tidak wajar.

Beberapa tips agar dapat membeli pemain dengan token minim :
Beli lah pemain karena butuh, bukan ingin. Coba dilihat skuad anda, pemain apa yang anda butuhkan. Umumnya, dalam 1 musim membutuhkan 3-6 pemain baru.
Tidak usah bernafsu ingin memiliki 23 pemain *5 semua, buat apa pemain bagus kalau hanya untuk jadi cadangan.
Tidak usah terfokus pada pemain muda, kecuali anda memang tipe manajer pencetak SA. Pemain tua umur diatas 30tahun juga bagus. Rata-rata 1 pemain bisa bertahan 2-4 musim saja, jadi sehebat apapun kita mentrain itu pemain, tetap saja ketika naik level bintangnya turun. Beli pemain tua, opsi yang bagus juga kok.
Usahakan bid disiang hari, sekitar jam 13-15 WIB. Biasanya diwaktu itu sepi.
Jika sudah menemukan pemain incaran, jangan buru2 bid, tunggu hingga detik2 akhir, jika ramai sekali, mending mundur saja. Jika nekat, coba hingga round 2-3 saja.
Jika ada 2 pemain di TL dengan posisi sama dan Q mirip dan waktunya berdekatan, lebih baik mengincar pemain yang bukan favorit, seperti usia lebih tua, Q lebih rendah sedikit, Tidak ada SA.

Beberapa trik bid :

Trik kejutan di 1,5 detik terakhir. Biarkan lawan bid leading pada round itu hingga round berikutnya (mudah2an dia blm bid lagi), kemudian pada 1,5 detik terakhir kita bid mendadak. trik ini sudah umum, dan tidak berlaku pada lawan yang selalu bid di detik awal.
Trik add friend. Trik ini hanya berlaku pada lawan dengan tipe bid di 1-2 detik akhir. Ada 2 metode yang pernah saya coba, cara pertama : Usahakan kita leading pada round itu dan posisi sudah aman untuk round berikutnya, sedangkan lawan masih menunggu bid di 2 dtk terakhir. Pada detik 4-6 (tergantung koneksi) add friend lawan. Cara kedua : Biarkan dia leading dulu, lalu pada detik ke 7 kita add friend lawan, setelah itu harus dgn cepat kita bid pada detik 1-2. (koneksi harus bagus banget).
Menggunakan emblem premium atau yang harganya mahal. Kadang lawan agak mikir klo liat emblem kita bagus.
Menggunakan profil pic dengan info akun TE kita, dan jumlah tokennya di edit menjadi suangaatttt banyak :D
Menggunakan profil pic cewek yang sangat cantik dan menggoda. Umumnya pemain TE itu cowok, dan kelemahan cowok itu adalah cewek cantik (kecuali maho)

Cara menghadapi lawan bid tertentu :

Lawan bid yang paling sulit dihadapi adalah tipe bidder didetik awal round, hal yang harus diperhatikan bahwa kita harus bersiap2 karena kemungkinan akan menguras token cukup banyak. Usahakan kita juga ikut melakukan bid diawal round, kalau perlu kita lebih dulu bid dari pada lawan, dan jangan lupa untuk terus meng add friend, kemudian cancel, lalu add lagi, dst hingga anda bosan, biasanya 3-5 round setelahnya dia akan mulai menunggu bid di detik akhir. Ketika lawan sudah mulai bid didetik akhir, saatnya kita beraksi.
Cara menghadapi lawan bid dengan tipe yang suka add friend adalah dengan menggeser jendela profil pemain yang kita bid ke pojok atas bagian kiri. Hal ini untuk menghindari tombil “bid” bersinggungan langsung dengan notifikasi/message ketika lawan meng add friend kita. Atau bisa juga dengan melakukan bid dari jendela transfer list.

Apakah pemain standar bisa tampil istimewa?

Manajer harus mengatur skill dengan tepat sesuai posisinya. Pemain menyerang, fokuskan pada skill menyerang dan mental saja, ketika sudah penuh baru skill def di isi. Bek, fokuskan pada bertahan dan mental, jika sudah penuh baru skill menyerang diisi. Untuk pemain tengah, silahkan disesuaikan dengan kebutuhan manajer. Jika kita mentrain dengan tepat, maka pemain *4 bisa memiliki kualitas seperti pemain scout bahkan *7.
Bagi manajer yang ingin mentrain SA, setelah pemain dibeli, usahakan fokus ke SA dulu, karena apabila pemain sudah menjadi Scout, maka exp untuk menaikkan skillnya akan lebih lambat.

Sisanya adalah kejelian manajer meramu taktik. Usahakan belajar menganalisa formasi dan kemampuan tim. Dengan sering mencoba menganalisa taktik, maka kemampuan strategi manajer tersebut akan berkembang secara maksimal. Percuma pemain hebat kalau taktiknya tidak jitu :D

Selasa, 07 Oktober 2014

Pacaran Tidak Pernah Awet, Apa yang Salah?

Pacaran Tidak Pernah Awet, Apa yang Salah?
Tidak semua pasangan mampu mempertahankan hubungan. Terkadang, putus menjadi jalan tengahnya. Namun, ketika beberapa kali pacaran, Anda selalu gagal mempertahankan hubungan, maka tak jarang Anda merasa kecewa dan menyalahkan diri sendiri. Apa yang salah ketika tidak pernah awet pacaran? Ini kata psikolog Ratih Ibrahim.

1. Jangan Membandingkan
Setiap orang memiliki masalah yang berbeda-beda dalam menjalin hubungan. Oleh karena itu, jangan selalu membandingkan diri dengan orang lain di sekeliling. "Lebih baik kamu berfokus pada pengembangan diri. Mulai dengan kenali diri kamu sendiri, seperti mengetahui karakter dan sifat yang kamu miliki, serta menyadari kekuatan dan kelemahan kamu," ujar psikolog sekaligus konsultan cinta di Wolipop tersebut.

2. Evaluasi
Gagalnya hubungan tidak sepenuhnya atas kesalahan Anda. Jangan selalu menyalahkan diri. Daripada menyalahkan diri, evaluasi kembali hubungan yang sudah dijalani selama ini dan perbaiki sifat dan sikap. "Dengan pengembangan diri yang lebih baik, ke depannya kamu dapat membentuk dan menjalin hubungan dengan lebih mantap," tutur Ratih.

3. Jangan Mudah Mengatakan Putus
Putusnya hubungan bisa juga terjadi karena mudahnya tersulut emosi dan terucap kata putus. Ketika kata-kata tersebut mudah diucapkan, maka itu akan membuat Anda menyesal setelahnya. Untuk hubungan selanjutnya, ketika ada masalah sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu sebelum mengatakan kata putus. Kedewasaan akan membuat hubungan bisa bertahan dan lebih awet.

4. Kurangnya Pendekatan
Hal lain yang memicu hubungan asmara berlangsung singkat adalah kurangnya waktu PDKT atau pendekatan dengan si dia. Ketika Anda baru mengenal seseorang, lalu memutuskan untuk pacaran, maka ketika tidak cocok berujung pada putusnya hubungan asmara. Jadi sebaiknya, nikmatilah terlebih dahulu masa-masa PDKT sebelum mengenal lebih jauh calon kekasih Anda.