Minggu, 28 September 2014

Kenali Bahaya di Balik Gula Jagung

Kenali Bahaya di Balik Gula Jagung
Gula merupakan bahan makanan yang hampir tidak bisa kita hindari, dalam penggunaan banyak makanan. Baik itu makanan sehari-hari, ataupun minuman. Rasanya yang manis, membuat lidah mempu menerimanya dengan baik.

Gula juga sering dijadikan penawar rasa pahit, saat akan menyeduh kopi, teh atapun cokelat bubuk. Penggunaan gula memang sangat beragam, dan banyak jenisnya. Tak ayal, konsumsi gula terkadang bisa melebihi ambang batas.

Walaupun baik, konsumsi berlebihan gula bisa menyebabkan banyak penyakit, mulai dari diabetes, obesitas, bahkan hingga penyakit jantung bisa disebabkan oleh konsumsi berlebihan atas gula.

Gula yang ada di pasaran saat ini tergolong menjadi beberapa jenis, seperti gula pasir, gula merah, dan inovasi gula jagung. Yang digadang-gadang bersahabat dengan penderita diabetes.

Tapi mari kita lihat faktanya. Gula pasir yang sering kita konsumsi merupakan gula dengan molekul disakarida, yang dalam kondisi asam (lambung) akan dopecah menjadi glukosa dan fruktosa dengan jumlah yang seimbang. Sementara gula jangung memiliki molekul yang sederhana, yaitu fruktosa, yang kemanisannya mencapai 1,7 lebih banyak dari gula pasir, serta mengandung kalori 25% lebih sedikit.

Dalam sebuah penelitian yang kami kutip dari klikdokter, setiap penelitian gula jagung dan gula pasir biasa, membuktikan hasil yang mengejutkan. Konsumsi fruktosa yang berlebihan, justru akan mengakibatkan obesitas, dan memicu resistensi insulin (awal dari menderita diabetes).

Jadi, setiap gula yang kita konsumsi, baik itu gulapasir biasa atau gula jagung, jika dikonsumsi melebihi batas aktivitas kita, maka risiko menderita beberapa penyakit berbahaya kian tinggi.

Jadi kami sarankan bagi Anda yang berpikiran bahwa, dengan konsumsi gula jagung terbebas dari diabetes, itu salah. Risiko penggunaan gula dalam makanan memang perlu dibatasi, terutama bagi anak-anak. Jangan memberikan gula secara berlebihan, dan usahakan anak untuk banyak bergerak, sehingga kalori dalam tubuhnya mampu terbakar dengan maksimal.

Kabut asap selimuti Kota Banjarmasin

Kabut asap selimuti Kota BanjarmasinKabut asap hampir sepanjang hari Minggu menyelimuti Kota Banjarmasin, yang merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, terutama di wilayah pinggiran.

Karenanya, banyak rumah penduduk yang menutup pintu dan jendela agar kabut asap tidak leluasa masuk rumah serta mengganggu kenyamanan warga setempat.

Terlebih pada malam hari, kabut asap tambah tebal dan baunya semakin menyengat bila dibandingkan dengan siang hari.

Seperti dilakukan keluarga Hj Nurul, warga Kelurahan Pemurus, Kecamatan Banjarmasin Selatan, yang merupakan daerah pinggiran kota, hampir sempanjang hari tersebut tidak membuka pintu dan jendela rumah, kecuali mau pergi.

"Walau kabut asapnya tipis, kita tetap menutup rumah agar jangan terlalu banyak masuk rumah. Karena baunya yang menyengat dan dapat mengundang batuk-batuk," ujar nenek dari dua cucu tersebut.

"Begitu pula cucuku, terutama yang paling kecil atau berumur 11 bulan, untuk sementara atau saat kabut asap menyelimuti Banjarmasin, terpaksa tidak saya bawa jalan-jalan ke luar rumah," katanya.

Pengakuan serupa dari Mursyidah ibu dari tiga anak atau nenek dari dua cucu, warga Pemurus Dalam seraya menambahkan, selain kabut asap, hawa udara terasa pengab atau kurang enak.

Kabut asap tipis menyelimuti "kota seribu sungai" Banjarmasin sejak malam hari hingga menjelang siang atau sekitar pukul 11.30 Wita, kemudian petang hingga malam hari.

Oleh sebab itu, warga yang bepergian ke luar rumah juga terpaksa menggunakan masker (penutup mulut dan hidung) agar tidak terhirup asap bekas pembakaran tersebut, dan guna menjaga kesehatan.

Kabut asap yang melanda kota seribu sungai itu, merupakan kiriman dari daerah lain. Karena di ibu kota Kalsel tersebut tidak terdapat kebakaran lahan, baik berupa semak belukar maupun persawahan.

Kebakaran lahan selama musim kemarau panjang untuk daerah Kalsel terjadi antara di wilayah Kabupaten Banjar dan Barito Kuala (Batola), yang merupakan tetangga Kota Banjarmasin.