Selasa, 05 Maret 2013

Mango Ubah Nama Kalung Berbau Perbudakkan Pasca Dikritik

Brand fashion Mango dituding mendukung perbudakkan karena menjual kalung dan gelang dengan nama Esclave. Nama kalung yang dijual di situs Mango Prancis itu dikritik banyak pihak.

Dalam situs e-commerce tersebut Mango menampilkan kalung rantai dan gelang dengan nama Esclave yang harganya mulai dari 29,99 - 19,99 euro. Esclave merupakan bahasa Prancis yang artinya slave atau budak.

Dua aktris Prancis Aissa Maiga dan Sonia Rolland langsung membuat petisi melalui situs Change.org dan menuntut Mango menarik kalung tersebut. Petisi dengan nama Slavery Is Not Fashion itu sudah ditandatangan lebih dari 5.800 kali.

"This jewellery is meant to make an object of fantasy and fashion out of slavery," tulis Maiga dan Rolland dalam petisinya seperti dikutip Daily Mail.

Brand asal Spanyol itu pun langsung bereaksi menanggapi kritikan tersebut. Dalam akun Twitternya, pihak Mango Prancis menjelaskan kalau tulisan Esclave salah diterjemahkan.

Menurut Mango, Esclava merupakan bahasa Spanyol. Jika diterjemahkan, kata Esclava bukan berarti budak, melainkan gelang atau rantai.

Meskipun terjadi penerjemahan berbeda, Mango merasa tidak mau produknya terus menjadi kontroversi. Mereka pun mengganti nama kalung dan gelang tersebut.

"We regret the translation error. The relevant services have been alerted and will make the correction immediately," tulis pihak Mango di Twitter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar