Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Februari 2014

Transfer File 1 GB ke USB Cuma 6 Detik!

 Transfer File 1 GB ke USB Cuma 6 Detik!Tak hanya ruang penyimpanan yang besar, terkadang mengirimkan file dengan ukuran besar dalam waktu singkat juga dibutuhkan pelanggan dewasa ini. Nah, Sandisk menangkap peluang tersebut dengan meluncurkan USB drive terbaru.

Sandisk Extreme Pro USB 3.0 flash drive menjawab kebutuhan untuk mentransfer file besar dengan cepat. Bahkan diklaim Country Manager Sandisk Indonesia Idris Effendi, kecepatannya 60 kali lebih cepat dibandingkan dengan usb drive 2.0.

"Menurut survei Redshift, rata-rata pelanggan kehilangan waktu hingga 5 hari karena komputer yang lambat," ujar Effendi, saat peluncurannya di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Effendi mengatakan bahwa, Sandisk Extreme Pro memang menyasar ke segmen premium yang membutuhkan akses cepat untuk konten dan data.

Dalam sebuah demo, Effendi memperlihatkan bagaimana kecepatan USB drive ini mampu membaca dengan kecepatan 260.5 MB/s dan menulis 242.0 MB/s. Sementara dari hasil demo transfer file, dari komputer ke USB dengan ukuran 1,3 GB, perangkat ini berhasil menembus 6,7 detik.

Tidak hanya mampu memberikan kecepatan transfer yang cepat, Sandisk Extreme Pro ini juga memberikan perlindungan yang kuat. Karena, sudah diproteksi dengan software khusus dan password di usb drive-nya.

"Menurut penelitian yang Sandisk lakukan, kami menemukan bahwa 65%, pembeli lebih suka perangkat dengan fitur keamanan," katanya lagi.

Ditambahkan juga, melalui software Sandisk Secureaccess, pengguna akan mendapatkan perlindungan dengan kata sandi, edit dokumen yg disimpan di vault, backup dan restore data di valult, dan time out otomatis.

Dengan kapasitas sebesar 128 GB, Sandisk Extreme Pro ini akan dibanderol dengan harga Rp 2,7 jutaan. Plus garansi seumur hidup.

Selasa, 29 Oktober 2013

Tubuh Kita Tidak Bisa Membedakan Lapar dan Haus

Tubuh Kita Tidak Bisa Membedakan Lapar dan Haus
APA manfaat lain? Sudah menjadi rahasia umum, air putih pasangan yang tepat untuk menjalani diet.
Berkaca pada mereka yang menjalani diet OCD, selama puasa mereka tidak boleh mengonsumsi apa pun yang berkalori kecuali air putih. Mengapa? Air putih mengandung 0 (nol) kalori. Jadi jika lapar di tengah diet, air putih pilihan terbaik untuk mengusir lapar.
Pertanyaannya, benarkah Anda lapar?
Jika benar lapar, mengapa air putih bisa mengenyangkan? Ada fakta unik yang diungkap Riani soal lapar sungguhan dan lapar abal-abal. Tubuh tak bisa membedakan lapar dan haus. Anda yang bisa membedakan karena Andalah yang mengenal tubuh Anda.
Caranya? "Ketika tubuh butuh asupan dan mulut ingin mengunyah, otak memberi tahu lidah: You need salt (butuh yang asin-asin-red). Kemudian, yang terlintas di pikiran kita adalah camilan. Bukan air garam," jelas Riani Susanto ND dari B Clinic Jakarta.
Sebenarnya ini gejala anemic (kurang darah). Mayoritas tiba-tiba merasa lapar itu bukan karena belum makan. Tapi karena haus. Jadi yang Anda butuhkan, air putih. Langkah berikutnya, jika merasa lapar perhatikan jam dan situasi perut. Misalnya, hari ini Anda bangun kesiangan. Tidak sempat makan. Hanya nyeruput secangkir kopi. Lalu lewat jam 11 siang, perut bunyi. Itu artinya Anda lapar.
Kalau jam 6 pagi, Anda sempat menyambar burger dan sebotol soft drink lalu jam 9 pagi sempat coffee break dan jam 11 Anda merasa lapar, sebenarnya itu bukan lapar. Solusinya, air putih. Merasa lapar itu beda dengan menjadi lapar. Istilah gampang lapar itu tidak ada. Yang ada, gampang haus.
Kebiasaan mengecek jam makan dan menimbang lapar atau haus membuat kita bijak mengasup menu. Menghindarkan Anda dari obesitas. Pertanyaan berikutnya, kapan sebaiknya kita minum? Masih dalam talk show "Stay Healthy, Stay Hydrated berama Nestle Pure Life", Presiden Direktur PT Akasha Wira Intermational merekomendasikan delapan momen minum air putih.
"Saat bangun tidur. Saat sarapan. Di sela aktivitas pagi hari. Saat makan siang. Di sela aktivitas makan siang. Saat pulang ke rumah (sehabis sekolah atau bekerja). Saat makan malam. Dan terakhir, sebelum tidur. Jangan lupa, biasakan buang air kecil sebelum memejamkan mata," beri tahu Martin.