Putaran pertama kompetisi sepak bola U-14 tahun, Liga Kompas Gramedia (LKG), sudah hampir selesai. Para pemain yang akan mengisi daftar 18 nama untuk berangkat ke Gothia Cup 2013 di Swedia pun segera ditentukan.
Sebab itu, Liga KG yang digelar setiap hari Minggu di Lapangan Ciracas, Jakarta Timur, akan semakin ketat dan menarik. Sebab, masing-masing pemain akan semakin bekerja keras untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya agar terpilih ke Gothia Cup.
Ketua Umum Liga KG, Muhammad Bakir, Selasa (5/3/2013) mengatakan, sesuai jadwal, panitia akan segera memilih 44 pemain yang berlaga di LKG 2013. Mereka nantinya akan diadu dalam laga Bintang Muda.
"Laga Bintang Muda akan digelar pada 28 April, sekaligus laga terakhir putaran pertama. Dari sini, nanti panitia akan memilih 18 pemain terbaik yang berkompetisi di LKG untuk dikirimkan ke Gothia Cup 2013 di Gothenburg, Swedia," jelas M Bakir.
Gothia Cup merupakan turnamen sepak bola yunior terbesars di dunia yang setiap tahun digelar di Gothenburg, Swedia. Tahun ini, Gothia Cup akan dimulai pada 14 Juli hingga 20 Juli.
Turnamen yang dimulai sejak 1975 ini diikuti sekitar 1600 tim dari berbagai penjuru dunia, baik tim putri maupun tim putra. LKG sudah rutin mengirimkan tim ke turnamen ini tiap tahunnya, sejak LKG digelar.
belajar tentang apa yang ada didunia ini, trik dan tips, gratisan , ngeblog, asuhan keperawatan,
Selasa, 05 Maret 2013
Sebut Anggota JAT Teroris, Kapolrestabes Surabaya Dilaporkan ke Propam
Anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Selasa (5/3/2013) sore melaporkan Kapolrestabes Surabaya dan Kapolsek Gayungan Surabaya ke bidang Propam Polda Jatim. Dua pejabat polisi itu dinilai telah melakukan pencemaran nama baik terhadap dua anggota JAT.
Pencemaran nama baik itu dilakukan dengan menempel foto dua anggota JAT, Yaqub dan Bramantyo sejak Sabtu lalu di tujuh titik pos keamanan di wilayah hukum Polsek Gayungsari Surabaya. Di foto tersebut tertulis "Data Teroris dari Kelompok JAT".
"Ini jelas-jelas fitnah dan upaya marginalisasi aktivis Islam, keduanya jelas bukan teroris," kata Humas JAT Jatim, Zulkarnaen saat dikonfirmasi.
Pihaknya sudah mengonfirmasi tentang foto-foto itu ke Kapolsek Gayungan, Kompol Taufik Yulianto. Kata Zulkarnaen, yang bersangkutan mengaku hanya melaksanakan tugas dari Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Maryanto. "Namun saat dikonfirmasi ke Polrestabes, melalui Kanit Intelnya menjelaskan tidak ada intruksi dari Kapolrestabes soal penyebaran dua foto itu," jelasnya.
Karena itu, pihaknya langsung menuju Mapolda Jatim untuk melaporkan kedua pejabat polisi itu dengan tuduhan nama baik. Zulkarnaen sangan menyayangkan tindakan polisi karena tidak mencerminkan jiwa Pancasila. Padahal, sebagai pejabat negara polisi harus memiliki jiwa nasionalis yang kuat.
Pihak JAT berjanji akan terus beraksi secara hukum untuk mengawal proses hukum dalam kasus ini. Sementara dua orang anggotanya yang difitnah, kini terus dibayang-bayangi rasa cemas. "Keduanya hanya anggota biasa yang bekerja sebagai wiraswasta di Surabaya," kata Zulkarnaen.
Pencemaran nama baik itu dilakukan dengan menempel foto dua anggota JAT, Yaqub dan Bramantyo sejak Sabtu lalu di tujuh titik pos keamanan di wilayah hukum Polsek Gayungsari Surabaya. Di foto tersebut tertulis "Data Teroris dari Kelompok JAT".
"Ini jelas-jelas fitnah dan upaya marginalisasi aktivis Islam, keduanya jelas bukan teroris," kata Humas JAT Jatim, Zulkarnaen saat dikonfirmasi.
Pihaknya sudah mengonfirmasi tentang foto-foto itu ke Kapolsek Gayungan, Kompol Taufik Yulianto. Kata Zulkarnaen, yang bersangkutan mengaku hanya melaksanakan tugas dari Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Maryanto. "Namun saat dikonfirmasi ke Polrestabes, melalui Kanit Intelnya menjelaskan tidak ada intruksi dari Kapolrestabes soal penyebaran dua foto itu," jelasnya.
Karena itu, pihaknya langsung menuju Mapolda Jatim untuk melaporkan kedua pejabat polisi itu dengan tuduhan nama baik. Zulkarnaen sangan menyayangkan tindakan polisi karena tidak mencerminkan jiwa Pancasila. Padahal, sebagai pejabat negara polisi harus memiliki jiwa nasionalis yang kuat.
Pihak JAT berjanji akan terus beraksi secara hukum untuk mengawal proses hukum dalam kasus ini. Sementara dua orang anggotanya yang difitnah, kini terus dibayang-bayangi rasa cemas. "Keduanya hanya anggota biasa yang bekerja sebagai wiraswasta di Surabaya," kata Zulkarnaen.
Langganan:
Komentar (Atom)