Kamis, 20 Februari 2014

Produsen Game Legendaris Bioshock Bangkrut

Produsen Game Legendaris Bioshock BangkrutDengan tampilan grafis aduhai, Bioshock merupakan game yang masuk jajaran game kelas atas. Namun kenyataannya, hal tersebut tidak mampu mengangkat Irrational selaku pembesutnya terhindar dari keterpurukan. Studio game ini pun resmi dimatikan.

Penutupan Irrational memang telah diprediksi oleh banyak pengamat. Penundaan peluncuran Bioshock berulang kali yang konon disebabkan membengkaknya biaya pengembangan disebut menjadi salah satu indikasinya.

Pun begitu, Ken Levine yang merupakan bos Irrational masih akan melanjutkan mimpinya membuat game. Namun tak seperti Irrational yang diisi banyak developer, Levine akan memulai kembali dari sebuah tim kecil berjumlah 15 orang staf di kantor studio game Take-Two.

Disebutkan game yang ingin dikembangkannya dengan tim kecilnya tersebut bakal menyodorkan narasi menarik yang membuat gamer ingin terus memainkannya. Tapi lebih jauh dijelaskan, Levine mengatakan hanya akan memasarkan game ini secara digital.

“Membuat game dengan narasi menarik untuk gamer yang sangat replayable. Untuk membina hubungan yang paling langsung dengan fans, kami akan fokus secara eksklusif pada konten yang disampaikan secara digital,” ujar Levine, seperti di kutip dari Kotaku.

Pernyataan tersebut langsung menimbulkan spekulasi yang menyebutkan Levine akan membuat game berbasis mobile. Alasannya dikatakan adalah karena melonjaknya gamer di perangkat mobile semenjak meningkatnya popularitas smartphone.

Transfer File 1 GB ke USB Cuma 6 Detik!

 Transfer File 1 GB ke USB Cuma 6 Detik!Tak hanya ruang penyimpanan yang besar, terkadang mengirimkan file dengan ukuran besar dalam waktu singkat juga dibutuhkan pelanggan dewasa ini. Nah, Sandisk menangkap peluang tersebut dengan meluncurkan USB drive terbaru.

Sandisk Extreme Pro USB 3.0 flash drive menjawab kebutuhan untuk mentransfer file besar dengan cepat. Bahkan diklaim Country Manager Sandisk Indonesia Idris Effendi, kecepatannya 60 kali lebih cepat dibandingkan dengan usb drive 2.0.

"Menurut survei Redshift, rata-rata pelanggan kehilangan waktu hingga 5 hari karena komputer yang lambat," ujar Effendi, saat peluncurannya di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Effendi mengatakan bahwa, Sandisk Extreme Pro memang menyasar ke segmen premium yang membutuhkan akses cepat untuk konten dan data.

Dalam sebuah demo, Effendi memperlihatkan bagaimana kecepatan USB drive ini mampu membaca dengan kecepatan 260.5 MB/s dan menulis 242.0 MB/s. Sementara dari hasil demo transfer file, dari komputer ke USB dengan ukuran 1,3 GB, perangkat ini berhasil menembus 6,7 detik.

Tidak hanya mampu memberikan kecepatan transfer yang cepat, Sandisk Extreme Pro ini juga memberikan perlindungan yang kuat. Karena, sudah diproteksi dengan software khusus dan password di usb drive-nya.

"Menurut penelitian yang Sandisk lakukan, kami menemukan bahwa 65%, pembeli lebih suka perangkat dengan fitur keamanan," katanya lagi.

Ditambahkan juga, melalui software Sandisk Secureaccess, pengguna akan mendapatkan perlindungan dengan kata sandi, edit dokumen yg disimpan di vault, backup dan restore data di valult, dan time out otomatis.

Dengan kapasitas sebesar 128 GB, Sandisk Extreme Pro ini akan dibanderol dengan harga Rp 2,7 jutaan. Plus garansi seumur hidup.